Doa untuk Mualaf, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Ilustrasi: Pexels

Doa untuk Mualaf, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Riza Aslam Khaeron • 18 September 2026 07:00

Jakarta: Memutuskan untuk memeluk Islam merupakan langkah besar yang diiringi beragam hal baru untuk dipelajari, mulai dari tata cara salat dan wudu hingga bacaan-bacaan yang mungkin belum pernah diucapkan sebelumnya.
 
Di tengah proses belajar yang penuh tantangan ini, Rasulullah saw. telah menyiapkan bekal yang sederhana namun mendalam bagi para mualaf: sebuah doa singkat yang mencakup permohonan paling mendasar seorang hamba kepada Allah Swt.

Mengutip NU Online, berikut penjelasan dan lafal doa tersebut.
 

Kisah di Balik Doa Ini

Doa ini bersumber dari riwayat Imam Muslim yang dikutip oleh Imam An-Nawawi dari sahabat Thariq bin Asyyam Al-Asyja'i r.a.:


Artinya: "Kami diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Thariq bin Asyyam Al-Asyja'i, ia bercerita bahwa seseorang ketika memeluk Islam diajarkan shalat oleh Rasulullah saw. Rasul juga memerintahkan orang tersebut untuk berdoa dengan lafal ini." (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, hlm. 334)

Riwayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah saw. tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah fisik seperti salat kepada seorang Muslim baru, tetapi juga membekalinya dengan doa yang mencakup seluruh kebutuhan mendasar seorang hamba.
 

Doa untuk Muslim Pemula

Berikut lafal doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw.:


Allahummaghfirli, warhamni, wahdini, wa 'afini, warzuqni.

Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, berikan petunjuk untukku, afiyatkan aku, dan berikan anugerah-Mu untukku."

Doa ini terbilang ringkas, tetapi mencakup lima permohonan penting sekaligus, yaitu: ampunan, rahmat, petunjuk, keafiatan, dan rezeki dari Allah Swt.

Meski awalnya diajarkan khusus untuk mualaf, doa ini sesungguhnya tidak terbatas bagi mereka yang baru memeluk Islam. Doa ini sangat baik untuk diamalkan secara rutin oleh siapa pun, termasuk mereka yang telah memeluk Islam sejak lahir, karena kandungannya mencakup kebutuhan pokok setiap manusia dalam mengarungi kehidupan.

(Riza Aslam Khaeron)