Ilustrasi Gunung Anak Krakatau. Foto: Antara.
BMKG Deteksi Anomali Magnetik dan Petir Vulkanik di Anak Krakatau
Muhammad Adyatma Damardjati • 5 September 2026 14:33
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau melalui instrumen pemantau magnet bumi dan radar cuaca. Perekaman fenomena vulkanik ini terjadi bersamaan dengan rentang waktu munculnya laporan suara dentuman di wilayah Bandung Raya.
"Stasiun kami ada dua yang terdekat, yaitu di Serang dan Sukabumi. Kedua-duanya merekam adanya anomali pada rentang pukul 23.20 sampai dengan 01.00 WIB," ujar Ahli Geomagnetik BMKG Syirojudin, dalam konferensi pers, Sabtu, 5 September 2026.
"Badai matahari saat ini juga sedang tenang. Sehingga kami bisa menyimpulkan bahwa sumber aktivitas gangguan ini berasal dari bumi itu sendiri yang berelasi dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Syirojudin.

Pantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Foto: Magma Indonesia.
Validasi letusan tersebut semakin diperkuat oleh pantauan sistem radar yang menangkap kemunculan petir vulkanik. Sambaran petir yang tercipta akibat gesekan material abu vulkanik itu terpantau terkonsentrasi tepat di atas kawah gunung.
"Ini adalah petir-petir dari aktivitas abu vulkanik sehingga terkumpul di atas Gunung Anak Krakatau. Jadi, kedua informasi tersebut mengonfirmasi adanya aktivitas erupsi," kata Syirojudin.