Tingkatkan Keselamatan di Tol, Jasa Marga-Jasa Raharja Integrasikan Layanan Digital

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Istimewa)

Tingkatkan Keselamatan di Tol, Jasa Marga-Jasa Raharja Integrasikan Layanan Digital

Lukman Diah Sari • 3 September 2026 22:02

Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Jasa Raharja (Persero) resmi berkolaborasi memperkuat layanan keselamatan jalan tol berbasis digital. Sinergi ini diwujudkan dengan mengintegrasikan sejumlah layanan kedaruratan melalui aplikasi Travoy dan Jasfren.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya dan Pengembangan Layanan Keselamatan Jalan Tol Berbasis Digital di Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin.

Melalui kerja sama ini, pengguna jalan tol akan semakin dimudahkan dalam memperoleh informasi risiko, melaporkan kecelakaan, menemukan rumah sakit terdekat, hingga mengakses bantuan darurat secara cepat. Ke depan, aplikasi Travoy juga akan dilengkapi fitur peringatan titik rawan kecelakaan berdasarkan data historis dan analisis keselamatan guna menekan angka insiden di jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas pelayanan jalan tol. Upaya tersebut tidak sebatas pada penyediaan infrastruktur yang andal, melainkan juga kemampuan mendeteksi risiko dan memastikan pengguna jalan mendapatkan bantuan darurat secara tepat waktu.

“Bagi kami, keselamatan pengguna menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman perjalanan di jalan tol. Karena itu, kami terus mendorong penguatan layanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika terjadi insiden, tetapi juga pada bagaimana risiko dapat diantisipasi sejak awal. Melalui kolaborasi dengan Jasa Raharja, kami ingin menghubungkan data, teknologi, dan kompetensi yang dimiliki kedua pihak untuk menghadirkan layanan keselamatan yang lebih cepat, tepat, dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Rivan.


Ilustrasi jalan tol. (Istimewa)

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyoroti krusialnya kecepatan informasi serta integrasi layanan. Informasi awal yang cepat dan akurat dinilai sangat membantu kelancaran koordinasi antara pengelola tol, petugas Jasa Raharja, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Ketika kecelakaan terjadi, korban dan keluarga tidak boleh dibebani dengan kebingungan mencari bantuan atau informasi mengenai layanan yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan akses pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat dalam satu platform yang mudah digunakan,” jelas Awaluddin.

Ia menambahkan, kecepatan respons berbanding lurus dengan keselamatan nyawa korban di lapangan. “Semakin cepat informasi diterima dan diteruskan kepada pihak yang tepat, semakin besar peluang korban memperoleh penanganan medis secara cepat,” tegasnya.

Sebagai rangkaian dari penandatanganan MoU tersebut, kedua instansi BUMN ini turut menggelar Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) serta layanan pengecekan kesehatan gratis. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan para personel di lapangan, sekaligus menegaskan komitmen bahwa transformasi keselamatan jalan tol tidak hanya bertumpu pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kesigapan sumber daya manusia.

(Lukman Diah Sari)