Warga Pandeglang Mulai Terserang ISPA Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Sejumlah warga mendatangi Puskesmas Labuan, Pandeglang, untuk memeriksakan kondisi kesehatan. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)

Warga Pandeglang Mulai Terserang ISPA Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Metro TV • 8 September 2026 11:57

Pandeglang: Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejumlah warga mulai mengalami keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, pilek, dan sesak napas.

Salah satu warga, Yuliani, mengaku mulai merasakan gangguan kesehatan sejak Minggu lalu. Saat memeriksakan diri ke Puskesmas Labuan, ia mengeluhkan gangguan pernapasan yang cukup mengganggu.

"Ke dalam hidung sesak, sakit tenggorokan sampai suara hilang," kata Yuliani di Pandeglang, Selasa, 8 September 2026. 


Berdasarkan pantauan Metro TV, sejumlah warga di Kecamatan Labuan mendatangi Puskesmas setempat untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Mereka mengeluhkan berbagai gejala yang diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik, mulai dari batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, mata perih, hingga diare.

Kepala Puskesmas Labuan, Sri Rejeki, menyebut warga mulai berdatangan untuk memeriksakan kesehatan sejak pagi hari. Hingga kini, sekitar 51 warga terdeteksi mengalami ISPA, sementara empat orang mengalami diare.

"Untuk ispa 51 orang dan diare empat orang," ucap Sri. 


Warga Pandeglang memeriksakan kesehatan usai terpapar abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)


Untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik, warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ISPA.

"Kemarin kami langsung membagikan masker kepada pengguna jalan di depan puskesmas. Itu bagian dari penyuluhan kesehatan dengan cara memberikan masker," ungkap Sri. (Seprinal Sri Putra)

(Silvana Febiari)