Prabowo Usul Gandakan Perdagangan Indonesia-Rusia Melalui I-EAEU FTA

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Prabowo Usul Gandakan Perdagangan Indonesia-Rusia Melalui I-EAEU FTA

Fachri Audhia Hafiez • 3 September 2026 16:21

Vladivostok: Presiden Prabowo Subianto mengusulkan penggandaan nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia. Langkah ini melalui skema Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement/I-EAEU FTA).

"Dalam forum ini, saya mengusulkan bahwa Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas untuk kita untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode pertama peninjauan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement," kata Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, dilansir Antara, Kamis, 3 September 2026.
 


Prabowo memaparkan bahwa nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia berhasil menyentuh angka sekitar USD5 miliar pada 2025, atau melonjak 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif ini dinilai berpotensi besar untuk terus ditingkatkan mengingat struktur perekonomian kedua negara saling melengkapi.

"Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas," ujar Prabowo.

Melalui perjanjian perdagangan bebas yang diproyeksikan mulai diimplementasikan secara penuh pada 2027, Prabowo meyakini kemitraan Indonesia dengan Rusia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia akan terjalin makin solid.


Presiden Prabowo Subianto (tengah) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kedua kanan) EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia. Foto: ANTARA/Prisca Triferna.

Ia membeberkan, Indonesia memiliki keunggulan pada komoditas kelapa sawit, kopi, perikanan, karet, tekstil, barang konsumsi, hingga angkatan kerja muda yang melimpah. Di sisi lain, Rusia menguasai sektor strategis seperti gandum, pupuk, energi, sains, serta rekayasa teknologi.

"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," ucap Prabowo.

Hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam ajang EEF ke-11 tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Lawatannya ke Vladivostok ini merupakan kunjungan keduanya ke Rusia sepanjang tahun 2026, sekaligus menandai pertemuan kelimanya dengan pimpinan tertinggi Rusia sejak ia menjabat sebagai Presiden RI.

(Fachri Audhia Hafiez)