Iran memperingatkan AS bahwa kelanjutan perang ekonomi dapat memicu pembentukan zona eksklusi maritim. (Anadolu Agency)
Iran Ancam Perluas Zona Eksklusi Maritim jika Perang Ekonomi AS Berlanjut
Muhammad Reyhansyah • 8 September 2026 10:27
Teheran: Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa kelanjutan "perang ekonomi" terhadap Teheran dapat memicu pembentukan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga wilayah sekitar garis blokade.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyampaikan peringatan tersebut melalui platform X pada Selasa, 8 September 2026. Ia mengatakan Washington telah menerima "peringatan jelas" dari Iran melalui kemampuan rudal baru yang dimilikinya.
"Perang ekonomi akan dibalas dengan zona eksklusi maritim di seluruh Teluk Persia hingga garis perimeter blokade," tulis Rezaei, dikutip dari Anadolu.
Ia juga mengatakan Teheran telah "secara mendasar menyesuaikan kembali" postur operasionalnya terhadap kapal perang dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Iran merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta kepentingan Amerika Serikat di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut mencakup langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, serta menangani pembatasan ekonomi terhadap Iran.
Namun, Washington dan Teheran kemudian saling menuduh tidak menjalankan komitmen dalam kesepahaman tersebut. Ketegangan militer juga tetap berlangsung bersamaan dengan perselisihan mengenai sanksi ekonomi dan pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Baca juga: Qatar Ingin Perang AS-Iran Dipadamkan Bertahap, Selat Hormuz Jadi Prioritas