Israel Klaim Kuasai Dua Infrastruktur Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

Pasukan Israel dalam operasi di Lebanon. Foto: Anadolu

Israel Klaim Kuasai Dua Infrastruktur Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

Muhammad Reyhansyah • 4 September 2026 19:05

Beirut: Militer Israel mengklaim telah menguasai dua jalur bawah tanah milik Hizbullah di kawasan punggung bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, setelah menjalankan operasi selama beberapa pekan.

Dalam pernyataannya pada Kamis, 3 September 2026, militer Israel mengatakan pasukannya kini berupaya “menetralisasi” jaringan terowongan di kawasan tersebut.

Militer Israel mengklaim pasukannya telah menguasai kawasan punggung bukit, baik di atas maupun di bawah tanah, serta menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dalam operasi tersebut.

“Kompleks bawah tanah itu mencakup pusat komando, ruang penyimpanan senjata, dan fasilitas tempat tinggal,” kata militer Israel, dikutip dari Xinhua

Militer Israel juga menuduh, “Infrastruktur tersebut dibangun selama lebih dari dua dekade dengan pendanaan dari Iran.” 

Kawasan Ali al-Taher terletak sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel dan menjadi salah satu titik panas dalam konflik Israel-Hizbullah di Lebanon selatan.

Operasi tersebut berlangsung ketika ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon masih berlanjut. Pada awal Agustus, kedua negara menggelar putaran ketujuh perundingan di Roma, Italia, yang membahas pengaturan keamanan perbatasan serta penerapan kerangka kesepakatan antara kedua pihak.

Pasukan Israel masih ditempatkan di sejumlah wilayah Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diberlakukan. Pemerintah Lebanon terus menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayahnya.

(Fajar Nugraha)