Kondisi kebakaran lahan di Provinsi Riau. ANTARA/HO-Manggala Agni
Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Hasilkan Hujan Ringan hingga Sedang
Silvana Febiari • 2 September 2026 17:23
Pekanbaru: Operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menghasilkan hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah. OMC dilakukan dengan menyemaikan 3.000 kilogram garam selama 6 jam 29 menit.
"Kami juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan satu armada, dengan waktu untuk menyemaikan 3.000 kilogram garam ini dibutuhkan 6 jam 29 menit dengan hasil hujan ringan sampai sedang ada di Bengkalis, Siak, dan Pekanbaru," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers penanganan karhutla, Rabu, 2 September 2026.
Hujan tersebut membantu penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau. Berdasarkan data per 1 September 2026, BNPB mencatat 19 titik api dengan luas lahan terbakar 98 hektare. Dari jumlah tersebut, 19,5 hektare telah berhasil dipadamkan oleh Satgas Darat dan Satgas Udara.
"Secara umum, penanganan karhutla di Provinsi Riau terkendali. Namun demikian, masih terdapat lahan yang masih terbakar 93 hektar lebih," ujarnya.
Untuk operasi darat, sebanyak 707 personel dikerahkan dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 10 hektare. Sementara operasi udara dilakukan melalui patroli menggunakan dua armada dengan waktu operasi 7 jam 38 menit.
"Untuk water bombing dilakukan oleh empat unit dengan jumlah air yang di-drop atau dijatuhkan sebesar 233.000 liter. Luas lahan yang dapat dipadamkan melalui water bombing ini adalah 9,5 hektar," ungkap Berton.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB saat menyampaikan perkembangan penanganan karhutla. (Dokumentasi/ YouTube BNPB Indonesia)
Adapun kualitas udara di Riau berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Jarak pandang di atas sembilan kilometer.
"Proses belajar mengajar dilaksanakan secara tatap muka dan aktivitas masyarakat tetap normal seperti biasa," tambah Berton.