Bukit Setampol Terbakar, Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Tenda para pendaki di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 23 September 2026. ANTARA/HO-Humas Balai TNGR.

Bukit Setampol Terbakar, Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Silvana Febiari • 23 September 2026 18:19

Mataram: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan jalur pendakian Torean di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, ditutup sementara. Penutupan dilakukan pasca-kebakaran hutan di Bukit Setampol.

"Menyusul terjadinya kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean, pada Selasa 22 September 2026, kami menetapkan penutupan sementara jalur wisata pendakian Torean, Kabupaten Lombok Utara," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan, dilansir dari Antara, Rabu, 23 September 2026. 

Calon pendaki yang telah memiliki e-tiket melalui jalur Torean mulai 23 September 2026 dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule). Pendaki dapat mengalihkan pintu masuk dan keluar melalui jalur pendakian lainnya hingga Jalur Torean dibuka kembali.


"Penutupan sementara terhitung mulai 23 September 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut," ucapnya.

Sementara bagi pendaki yang sedang beraktivitas dan memilih Torean sebagai pintu keluar, pengalihan dapat dilakukan melalui Jalur Sembalun atau Senaru. Aturan ini sesuai arahan petugas Balai TNGR di lapangan.

"Kami berharap pendaki mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan dan kelestarian kawasan Gunung Rinjani," ujarnya.

Pihaknya mengimbau seluruh pengunjung tidak melalui jalur pendakian Torean selama masa penutupan. "Mohon mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan aktivitas pendakian demi keselamatan bersama," tuturnya.


Kepulan asap dugaan kebakaran lahan di kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu, 23 September 2026. ANTARA/HO-Humas Balai TNGR.


Langkah penanganan yang dilakukan atas bencana kebakaran di kawasan tersebut, pihaknya melakukan koordinasi bersama TNI/Polri dan pemangku kepentingan terkait. "Pemadaman awal dan pengendalian kebakaran dengan melibatkan Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA)," terangnya.

Pemantauan perkembangan penanganan kebakaran dan evaluasi kondisi di lokasi terus dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran yang lebih luas. "Kami terus melakukan penguatan pengamanan, pengawasan kawasan, serta pengendalian akses untuk mencegah risiko kebakaran," tutup Budy.

(Silvana Febiari)