Helikopter Chinook Jepang Mulai Operasi Water Bombing di Kalbar

Helikopter Chinook CH-47 milik Jepang akhirnya melakukan *water bombing* perdana di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah dua hari tertahan kondisi jarak pandang akibat kabut asap. (ANTARA/HO : Istimewa)

Helikopter Chinook Jepang Mulai Operasi Water Bombing di Kalbar

Whisnu Mardiansyah • 24 September 2026 18:41

Ketapang: Helikopter Chinook CH-47 milik Jepang mulai menjalankan operasi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Operasi udara perdana tersebut dilakukan setelah sebelumnya tertunda selama dua hari akibat jarak pandang terbatas akibat kabut asap.

Perwakilan Kementerian Pertahanan melalui Liaison Officer (LO) Chinook CH-47 Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati, mengatakan satu dari tiga helikopter Chinook yang berada di Kalimantan Barat telah melaksanakan operasi pemadaman di Ketapang.

"Dari tiga helikopter Chinook CH-47 yang ada di Kalbar, hari ini satu helikopter di Kabupaten Ketapang melakukan satu sortie water bombing dengan tiga run di Desa Pagar Mentimun," kata Perwakilan Kementerian Pertahanan melalui Liaison Officer (LO) Chinook CH-47 Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati di Ketapang, seperti dilansir Antara, Rabu, 23 September 2026.

Satu helikopter tersebut melakukan satu sortie dengan tiga kali run pemadaman di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Sementara itu, dua unit Chinook CH-47 lainnya masih berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah. Kedua helikopter tersebut belum dapat diterbangkan untuk operasi pemadaman karena kondisi jarak pandang masih terbatas.

"Satu heli belum bisa terbang karena faktor visibility yang masih terbatas dan hanya melakukan ground run atau ground check. Satu heli lainnya masih standby sambil menunggu arahan," katanya.
 


Dhimas menjelaskan keterbatasan jarak pandang sebelumnya membuat ketiga helikopter Chinook CH-47 tidak dapat menjalankan misi water bombing selama dua hari. Kondisi tersebut berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan.

Berdasarkan hasil briefing tim terpadu penanganan karhutla Kalimantan Barat, ketiga helikopter Chinook CH-47 direncanakan kembali menjalankan operasi pemadaman pada Kamis, 24 September 2026.

Satu helikopter yang berada di Ketapang dijadwalkan melaksanakan dua sortie water bombing. Operasi tersebut dipusatkan di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, serta wilayah Kecamatan Kendawangan.

Adapun dua helikopter yang berada di Kijing, Mempawah, akan diarahkan menuju lokasi kebakaran terdekat. Penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang di wilayah operasi.

Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan pengerahan Chinook CH-47 merupakan bagian dari misi kemanusiaan Pemerintah Jepang untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat.


Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (28/3/2026) ANTARA/HO-BPBD Kutai Kartanegara


"Saya mewakili Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Jepang yang hampir dua minggu ini ikut berjibaku bersama Pemerintah Indonesia melakukan pemadaman karhutla di wilayah Kalbar," kata Budi.

Menurut Budi, Kabupaten Ketapang menjadi salah satu wilayah yang mendapat prioritas penanganan. Kondisi tanpa hujan dalam periode cukup panjang turut memicu meluasnya titik api di wilayah tersebut.

Penanganan karhutla di Ketapang diperkuat melalui operasi udara dan darat yang melibatkan BNPB, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api.

Sementara itu, perwakilan Japan Self-Defense Forces (JSDF) menyampaikan apresiasi atas kesempatan bekerja bersama Indonesia dalam misi kemanusiaan tersebut. Pasukan Jepang turut mengoperasikan helikopter Chinook CH-47 untuk mendukung upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Ketapang.

(Whisnu M)