PLN Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Data Center

Tampak udara salah satu fasilitas data center di Cikarang, Jawa Barat. (Dok. PLN)

PLN Perkuat Infrastruktur Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Data Center

Duta Erlangga • 26 September 2026 09:21

Jakarta: PT PLN (Persero) memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan pusat data atau data center di Indonesia. Peningkatan kebutuhan tersebut sejalan dengan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), cloud computing, dan transformasi digital.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pertumbuhan data center membutuhkan dukungan kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik, mulai dari kapasitas, keandalan, kualitas daya hingga pemanfaatan energi bersih.

 
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), saat mengunjungi booth PLN Icon Plus dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa, 22 September 2026.  (Dok. PLN)

Kondisi tersebut mendorong PLN menyiapkan infrastruktur dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital. PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2026.


Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistyawati mengatakan PLN saat ini melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung 2.038 megavolt ampere (MVA).

Hal tersebut disampaikan dalam sesi diskusi pada gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu, 23 September 2026


Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati saat menyampaikan paparan pada sesi diskusi Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu, 23 September 2026. (Dok. PLN)


Sekitar 99% kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dengan Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar.
Namun, pengembangan data center mulai meluas ke luar wilayah tersebut, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Perluasan ini turut mendorong kebutuhan pasokan listrik di sektor teknologi.

Saat ini, 159 pelanggan data center tersebut mencatat konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh).

“Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing , layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” ungkap Dini.

Perencanaan Infrastruktur

Lebih jauh, Dini mengatakan tantangan PLN adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan dengan keandalan, keterjangkauan harga, serta stabilitas sistem dalam jangka panjang.

Pengembangan pembangkit dan jaringan, menurut dia, perlu direncanakan secara terintegrasi sejak awal untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center.

PLN juga mendorong pendekatan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal pengembangan data center. Langkah tersebut ditujukan agar kebutuhan listrik, jadwal pengembangan kapasitas, dan kesiapan infrastruktur dapat direncanakan secara lebih terukur.

“Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaan komitmen pusat data harus menjadi proses perencanaan bersama,” pungkasnya. 

(Rosa Anggreati)