PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis Senilai hingga Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Pembukaan gelaran Electricity Connect 2026 oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan pemangku kepentingan kelistrikan di ICE BSD City. (dok. PLN)

PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis Senilai hingga Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Patrick Pinaria • 24 September 2026 13:19

Jakarta: Percepatan transisi energi bersih terus diperkuat melalui kolaborasi antara pelaku industri ketenagalistrikan. Dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa, 22 September 2026, PLN Group menandatangani lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun.

Lima kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) Hibrida untuk wilayah terisolasi hingga modernisasi Gardu Induk Tegangan Tinggi berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan rantai pasok dan alih teknologi komponen kritis kelistrikan, pemeliharaan aset generator serta motor listrik, dan ekspansi layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pembangkit ke kawasan Asia-Pasifik.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam sambutannya pada pembukaan agenda Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa (22/9), menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengarahkan agar Indonesia tetap konsisten mencapai komitmen Net Zero Emissions (NZE) demi mewujudkan kedaulatan energi nasional. (dok. PLN)

Langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong kedaulatan energi sekaligus memenuhi komitmen Indonesia terhadap Net Zero Emissions (NZE). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam pembukaan Electricity Connect 2026 menyampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah memberikan arahan terkait target tersebut.

"Presiden Prabowo memerintahkan kepada kita bahwa Indonesia tetap akan konsisten untuk memenuhi target Net Zero Emissions kita di 2050 sampai dengan 2060. Caranya apa? Di RUPTL kita dorong (sekitar) 70 persen ada energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt (GW) PLTS," ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, pengembangan PLTS berkapasitas 100 GW membutuhkan investasi sebesar Rp1.140 triliun. Program tersebut juga diproyeksikan memberikan penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun, menyerap 5,518 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 140,16 juta ton CO2.

Program itu juga berpotensi menghasilkan nilai pasar karbon hingga Rp6,31 triliun. Untuk memastikan pengembangan tersebut turut memperkuat industri dalam negeri, Bahlil menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem ketenagalistrikan.

"Untuk bisa kita melakukan ini, maka harus ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha. Dan kita mengharapkan, untuk memenuhi semua kebutuhan daripada proyek ini, kita akan memprioritaskan bahan-bahan produksi dari dalam negeri. Kalau di dalam negerinya tidak cukup kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor, tapi betul-betul selektif. Kita tidak ingin pasar dalam negeri diisi oleh produk-produk yang dari luar kemudian mematikan produk dalam negeri," tegas Bahlil.
 



Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) sekaligus Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut pembangunan sistem kelistrikan yang memadai menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan energi Indonesia.

"Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus mandiri energi. Pengembangan infrastruktur kelistrikan menjadi momentumnya, apalagi kebutuhan listrik terus naik karena hilirisasi, pusat data, digitalisasi, dan elektrifikasi. Karena itu kami membangun satu sistem yang utuh, percepatan PLTS 100 GW, dukungan BESS, Green Enabling Super Grid, dan digitalisasi end-to-end. Dari sistem yang kuat ini, ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia ditegakkan," tegas Darmawan.


Dalam sambutannya pada gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa (22/9), Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) sekaligus Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo Darmawan menegaskan bahwa kedaulatan energi Indonesia harus berdiri di atas sistem kelistrikan yang mencukupi, andal, terjangkau, dan semakin bersih untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan industri.  (dok. PLN)

Darmawan memaparkan agenda Electricity Connect 2026 berperan sebagai ekosistem kolaboratif bagi Pemerintah dalam memberi arah kebijakan, PLN dalam menerjemahkan strategi, serta para mitra dan investor menyokong teknologi dan investasi yang menjanjikan.

"Indonesia memiliki sumber daya dan permintaan. Dunia memiliki teknologi, keahlian, dan modal. Forum ini mempertemukan kekuatan itu agar kerja sama langsung menjadi program yang nyata. Hari ini sudah ada wujudnya. Kolaborasi-kolaborasi strategis berhasil disepakati hingga mencapai Rp3,3 triliun," ungkap Darmawan.

Darmawan menambahkan bahwa dampak dari ekosistem kolaborasi ini terukur langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

"Dari ekosistem ini lahir dampak yang terukur, investasi masuk, teknologi diadopsi, industri dalam negeri tumbuh, dan SDM semakin kuat. Ujungnya sesuai tujuan Bapak Presiden, lapangan kerja tercipta, kawasan bergerak, kemiskinan turun, dan kesejahteraan masyarakat lebih merata," pungkas Darmawan.

(Patrick Pinaria)