Kualitas Udara Berbahaya, Disdik Banjarmasin Perpanjang PJJ

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama. ANTARA/HO-Humas Pemkot Banjarmasin

Kualitas Udara Berbahaya, Disdik Banjarmasin Perpanjang PJJ

Whisnu Mardiansyah • 21 September 2026 20:39

Banjarmasin: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali memperpanjang penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kebijakan tersebut diambil karena kabut asap masih menyelimuti wilayah Banjarmasin dan kondisi kualitas udara berada pada kategori berbahaya berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

"Karena kabut asap masih menyelimuti daerah kita, kita putuskan PJJ dari tingkat PAUD hingga SMP diperpanjang dari 21-23 September 2026," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama di Banjarmasin, seperti dilansir Antara, Senin, 21 September 2026.

Perpanjangan PJJ kali ini menjadi keputusan ketiga yang diambil Disdik Banjarmasin. Ryan mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada pemantauan kualitas udara di wilayah kota hingga Minggu, 20 September 2026.

Berdasarkan pemantauan stasiun Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di kawasan Kayu Tangi, angka ISPU tercatat mencapai 859 pada Minggu, 20 September 2026, pukul 06.00 Wita.
 


"Tiga hari akan datang kita pantau lagi angkanya, jika menurun bisa kita laksanakan lagi pembelajaran tatap muka di sekolah," ujarnya.

Pemerintah melakukan koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari penanganan kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat. Salah satu perhatian utama ialah kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Tim Satgas Karhutla memadamkan kebakaran lahan di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis. ANTARA/HO/BPBD Muara Enim


"Sesuai ketentuan nasional dan hasil evaluasi lintas sektor, seluruh kegiatan pembelajaran untuk sementara waktu dilaksanakan melalui PJJ,” terangnya.

Disdik Banjarmasin meminta satuan pendidikan menyesuaikan pelaksanaan PJJ dengan kondisi peserta didik dan keluarga. Sekolah juga diimbau tidak memberikan beban pembelajaran secara berlebihan selama kegiatan belajar dilakukan dari rumah.

“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi semua pihak. Namun keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

(Whisnu M)