5 Praktik Terbaik Pengembangan Ekosistem Halal Global

Sejak pertama kali digelar pada 2004, MIHAS telah berkembang menjadi ajang penting dalam perdagangan halal global. (MATRADE / MIHAS)

5 Praktik Terbaik Pengembangan Ekosistem Halal Global

Willy Haryono • 9 February 2026 14:48

Jakarta: Ekosistem halal terus berkembang pesat di berbagai negara, tidak hanya di kawasan dengan mayoritas penduduk Muslim.

Praktik terbaik yang diterapkan di luar negeri menunjukkan bahwa industri halal dapat tumbuh kuat melalui kombinasi regulasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Ekosistem halal sendiri mencakup sertifikasi, standar kualitas, perdagangan, inovasi teknologi, serta kerja sama internasional untuk memenuhi kebutuhan konsumen global.

Berikut beberapa praktik terbaik pengembangan ekosistem halal global yang patut menjadi rujukan.

1. Malaysia: Sinergi Kuat Pemerintah dan Industri

Malaysia dikenal luas sebagai salah satu pemimpin pasar halal global. Keunggulan negara ini terletak pada sinergi antara pemerintah, lembaga sertifikasi, industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) menyediakan sertifikasi halal nasional dan internasional yang diakui secara luas, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar produk halal Malaysia.

Ekosistem halal di Malaysia mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga layanan logistik, menjadikannya ekosistem yang terintegrasi dan matang.

2. MIHAS: Platform Global Produk Halal

Malaysia juga secara konsisten menyelenggarakan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS), pameran halal internasional yang mempertemukan produsen, eksportir, dan pembeli dari puluhan negara. Ajang tahunan ini menjadi platform strategis untuk menjalin kemitraan bisnis, memperluas jaringan perdagangan, serta mempromosikan inovasi produk halal.

MIHAS telah berperan penting dalam memperkuat konektivitas pasar halal global sekaligus membuka peluang investasi lintas negara.

3. Thailand: Pendekatan Ilmiah dalam Standar Halal

Praktik terbaik lainnya dapat ditemukan di Thailand melalui peran Halal Science Center di Chulalongkorn University. Lembaga ini mendukung pengembangan produk halal melalui penelitian ilmiah dan pengujian laboratorium, memastikan kepatuhan terhadap standar halal secara objektif dan terukur.

Pendekatan berbasis sains ini membantu produsen lokal menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.

4. Inovasi Teknologi dalam Rantai Pasok Halal

Inovasi teknologi menjadi elemen penting dalam penguatan ekosistem halal modern. Teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan (AI) mulai diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan penelusuran produk halal dari hulu ke hilir.

Dengan teknologi ini, keaslian dan status halal produk dapat diverifikasi secara real time, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap proses produksi dan distribusi.

5. Kolaborasi Global dan Standarisasi Internasional

Kolaborasi lintas negara juga menjadi praktik terbaik dalam pengembangan ekosistem halal. Forum dan konferensi internasional seperti Global Halal Summit mempertemukan badan sertifikasi, pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku industri dari berbagai negara.

Kolaborasi ini memperkuat standar halal internasional sekaligus memperluas jangkauan produk dan layanan halal ke pasar global.

Praktik terbaik pengembangan ekosistem halal di berbagai negara menunjukkan bahwa keberhasilan industri halal bergantung pada kombinasi regulasi yang kuat, sertifikasi yang kredibel, inovasi teknologi, serta kolaborasi internasional. Malaysia dan Thailand menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah, riset ilmiah, dan strategi pemasaran dapat membentuk ekosistem halal yang dinamis dan kompetitif.

Pelajaran dari negara-negara tersebut dapat menjadi acuan bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk memperkuat posisi industri halal di era ekonomi modern.

Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Tiga Pemain Utama Produk Halal Global, Indonesia Pasar Terbesar

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)