Tiga Pemain Utama Produk Halal Global, Indonesia Pasar Terbesar

Ilustrasi logo halal. (Medcom.id)

Tiga Pemain Utama Produk Halal Global, Indonesia Pasar Terbesar

Willy Haryono • 4 February 2026 16:02

Jakarta: Pasar produk halal, termasuk makanan dan minuman, berskala global terus berkembang seiring meningkatnya populasi Muslim, kesadaran terhadap standar halal, serta pergeseran gaya hidup menuju konsumsi yang lebih etis dan sehat.

Dalam ekosistem ini, sejumlah negara menonjol bukan hanya sebagai konsumen utama, tetapi juga sebagai pusat sertifikasi, produksi, dan perdagangan produk halal dunia. Berikut adalah negara-negara kunci yang memainkan peran strategis dalam pasar makanan halal global.

1. Indonesia – Pasar Halal Terbesar Dunia

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi pasar konsumen halal paling besar secara global. Pemerintah Indonesia mendorong pertumbuhan sektor ini melalui Undang-Undang Jaminan Produk Halal, yang mewajibkan seluruh produk konsumsi memiliki sertifikasi halal. Kebijakan ini memperkuat infrastruktur sertifikasi halal domestik sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dari sisi industri, Indonesia memiliki basis produsen lokal yang kuat, khususnya pada sektor unggas, makanan ringan, minuman, serta mi instan yang telah bersertifikat halal. Ke depan, Indonesia menargetkan diri sebagai pusat halal global, dengan penguatan ekosistem sertifikasi, logistik, dan rantai pasok halal yang terus berkembang.

2. Malaysia – Tolok Ukur Global Sertifikasi Halal

Malaysia dikenal luas sebagai benchmark global dalam sistem sertifikasi halal. Sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh JAKIM diakui secara internasional karena standar kepatuhan dan pengawasannya yang ketat. Hal ini menjadikan Malaysia sebagai rujukan utama bagi banyak negara dan produsen halal dunia.

Selain unggul dalam sertifikasi, Malaysia juga merupakan eksportir utama produk makanan halal ke kawasan Timur Tengah, Uni Eropa, dan ASEAN. Dukungan pemerintah melalui Halal Industry Development Corporation memperkuat ekosistem halal nasional, mulai dari pengembangan startup, pembiayaan, hingga logistik. Malaysia kini memposisikan diri sebagai pemimpin dalam inovasi halal, khususnya pada produk olahan dan pangan fungsional.

3. Arab Saudi – Permintaan Domestik Tinggi dan Importir Strategis

Arab Saudi menjadi salah satu pasar makanan halal dengan tingkat konsumsi per kapita tertinggi, terutama untuk daging halal dan makanan kemasan. Faktor budaya dan standar keagamaan menjadikan produk halal sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar preferensi.

Negara ini menerapkan kebijakan impor yang ketat, di mana seluruh produk makanan dan minuman yang masuk wajib memenuhi standar halal. Proses ini diawasi oleh Saudi Food and Drug Authority, yang bekerja sama dengan lembaga sertifikasi halal global. Dengan daya beli masyarakat yang tinggi, Arab Saudi menunjukkan potensi besar pada segmen produk halal premium, termasuk pangan organik dan makanan fungsional.

Indonesia, Malaysia, dan Arab Saudi menunjukkan bahwa pasar makanan halal global tidak hanya bertumpu pada besarnya populasi Muslim, tetapi juga pada kekuatan regulasi, sertifikasi, dan ekosistem industri yang terintegrasi. Kombinasi antara permintaan domestik yang kuat, standar halal yang kredibel, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadikan negara-negara ini pilar utama dalam pertumbuhan dan arah masa depan industri makanan halal dunia.

Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV.

Baca juga:  Dari Sertifikasi hingga Keberlanjutan, Ini Arah Baru Pasar Makanan Halal

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)