Senior Brand Manager Halocoko Viona. Foto: Dok istimewa
Ekspansi Jadi Strategi Perusahaan Integrasi Pertumbuhan Bisnis
Eko Nordiansyah • 14 February 2026 20:08
Jakarta: Perusahaan es krim coklat Halocoko menyampaikan strategi integrasi antara pertumbuhan bisnis dan inisiatif sosial. Sepanjang 2025, lebih dari 1,1 juta es krim didistribusikan kepada anak-anak melalui tiga program nasional yang dijalankan secara konsisten dan terstruktur.
Senior Brand Manager Halocoko Viona menyampaikan, distribusi lebih dari 1,1 juta es krim sepanjang 2025 tidak hanya mencerminkan skala operasional, tetapi juga konsistensi eksekusi di lapangan. Ke depan, perusahaan akan memperkuat tata kelola program agar berkelanjutan.
“Memasuki 2026, Halocoko berkomitmen untuk memperluas jangkauan program berbagi ke lebih banyak kota di Indonesia serta meningkatkan intensitas kegiatan di berbagai wilayah,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menyebut, ekspansi ini dirancang sebagai bagian dari roadmap pertumbuhan berkelanjutan perusahaan, dengan fokus pada peningkatan dampak sosial, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan, serta pengokohan posisi di industri es krim nasional.
.jpg)
(Halocoko meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI)?. Foto: Dok istimewa)
Raih rekor MURI
Halocoko meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas Program Pembagian Es Krim Secara Seri Terbanyak dalam Satu Tahun di Indonesia. Pengakuan dari MURI menegaskan posisi halocoko sebagai brand es krim cokelat di Indonesia, sekaligus memperkuat pertumbuhan perusahaan.Sepanjang 2025, Halocoko menjangkau lebih dari 50 wilayah di Indonesia dan merealisasikan lebih dari 16 ribu kegiatan melalui program Berbagi Kebahagiaan di Setiap Sudut Negeri, Berkah Ramadan di Setiap Sudut Negeri, dan Dari Sekolah untuk Senyuman Anak Indonesia.
Selain itu, perusahaan mencatatkan total dampak yang menjangkau lebih dari 2,5 juta masyarakat. Skala implementasi tersebut mencerminkan kapasitas operasional yang solid, konsistensi eksekusi lintas wilayah, serta efektivitas pendekatan distribusi yang terintegrasi di jaringan mitra.
Lebih dari sekadar aktivitas sosial, Viona mengungkapkan, program ini menjadi instrumen strategis dalam memperkuat penetrasi brand di tingkat komunitas, khususnya di lingkungan pendidikan sebagai salah satu fokus segmentasi pasar.
“Pendekatan berbasis komunitas memungkinkan halocoko membangun engagement sejak usia sekolah, memperkuat brand recall, serta menciptakan fondasi loyalitas jangka panjang,” ungkap dia.