Trump Ancam Tindakan Keras terhadap Iran saat Netanyahu ke Washington

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times

Trump Ancam Tindakan Keras terhadap Iran saat Netanyahu ke Washington

Fajar Nugraha • 11 February 2026 15:41

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mempertimbangkan pengerahan kapal induk kedua ke wilayah Teluk sebagai persiapan kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

Langkah ini diambil di tengah upaya diplomasi yang sedang berjalan dan rencana kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington.

Dalam wawancara dengan media Axios, Trump mengonfirmasi sedang memikirkan untuk mengirim tambahan armada tempur ke Timur Tengah. Kapal induk baru tersebut direncanakan menyusul USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dahulu bersiaga di kawasan tersebut dengan dukungan jet tempur dan rudal Tomahawk.

Peningkatan kekuatan militer ini beriringan dengan dimulainya kembali jalur diplomasi. Pejabat AS dan Iran telah melangsungkan pertemuan di Oman pekan lalu, yang merupakan dialog pertama sejak konflik Juni tahun lalu.

Trump mengatakan bahwa Iran kini bernegosiasi dengan lebih serius karena adanya ancaman militer yang nyata.

"Pilihannya hanya dua: kita mencapai kesepakatan atau kami akan melakukan sesuatu yang sangat keras seperti sebelumnya," tegas Trump, seperti dikutip TRT World, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa putaran kedua perundingan dijadwalkan akan berlangsung pekan depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di Washington pada hari Rabu, dengan sikap skeptis terhadap prospek perundingan tersebut. Sebelum keberangkatannya, Netanyahu mengatakan akan memaparkan pandangan Israel mengenai prinsip-prinsip negosiasi yang dianggapnya krusial bagi keamanan Timur Tengah.

Trump mendesak agar kesepakatan baru mencakup program nuklir sekaligus cadangan rudal balistik Iran. Sementara itu, Iran melalui penasihat agung Ali Larijani memperingatkan AS agar tidak terpengaruh oleh intervensi Israel yang dianggap destruktif bagi proses perdamaian.

Pemerintah AS telah mengeluarkan peringatan bagi kapal komersial berbendera AS untuk menghindari perairan Iran guna mengantisipasi eskalasi konflik. Di sisi lain, Teheran tetap pada pendiriannya bahwa mereka hanya akan membahas program nuklir dan tidak akan melepaskan hak untuk melakukan pengayaan uranium.

Trump meyakini bahwa Netanyahu sebenarnya juga menginginkan kesepakatan, asalkan kesepakatan tersebut bersifat kuat dan menguntungkan bagi stabilitas kawasan.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)