TPS Pekayon Jaktim Tangani 120 Ton Sampah Per Hari

Pengangkutan sampah di tempat penampungan sampah (TPS) sementara di Jalan Raya Bogor, RW 02, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur).

TPS Pekayon Jaktim Tangani 120 Ton Sampah Per Hari

Achmad Zulfikar Fazli • 9 April 2026 14:03

Jakarta: Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur menyebutkan shelter atau tempat penampungan sampah (TPS) sementara di Jalan Raya Bogor, RW 02, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim), secara efektif menangani 120 ton sampah per hari. Sampah tersebut akan dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dalam beberapa sif.

"Dari enam truk tipper besar ini, total sampah yang diangkut mencapai sekitar 120 ton per hari. Jadwal pembuangan ke Bantargebang dibagi dalam tiga shift setiap harinya," kata staf Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Pasar Rebo, Marudin, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 9 April 2026.

Dia mengatakan setiap hari, terdapat enam truk tipper besar berkapasitas 10 ton yang mengangkut sampah dari TPS tersebut. Setiap truk rata-rata melakukan dua kali perjalanan.

Kuota pembuangan sampah Kecamatan Pasar Rebo ke TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, dibatasi maksimal 14 rit per hari. Sebanyak enam truk besar tersebut mampu mengangkut 12 rit, ditambah satu truk dari Komplek Kopassus Cijantung yang turut menyumbang dua rit pengangkutan sampah.

Sejauh ini, kata Marudin, operasional shelter RW 02 Pekayon berjalan optimal. Tidak ditemukan penumpukan sampah di lokasi, meskipun pasokan sampah dari warga terus mengalir setiap hari.

"Armada pengangkut juga rutin bekerja sesuai jadwal, sehingga sistem pengelolaan sampah tetap terkendali selama masa transisi berlangsung," ujar Marudin.

Baca Juga: 

DPRD DKI Jakarta Bentuk Pansus Selesaikan Masalah Sampah

Hal serupa dikatakan Lurah Pekayon Ahmad Bakri. Dia menilai TPS di Jalan Raya Bogor, Pekayon, itu efektif dalam menangani persoalan sampah di wilayah tersebut.

Meskipun TPS itu berada di wilayah Pekayon, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk menampung sampah dari lima kelurahan di Kecamatan Pasar Rebo, antara lain Pekayon, Cijantung, Baru, Kalisari, dan Gedong.

"Shelter ini menjadi tempat transit sementara seluruh sampah dari pemukiman warga. Sampah yang diangkut menggunakan armada kecil, seperti germor (gerobak motor) atau kendaraan operasional lainnya, dipindahkan ke truk besar untuk kemudian dibuang ke TPST Bantargebang," jelas Ahmad.


Ilustrasi sampah. Dok. Metrotvnews.com

Dia menuturkan shelter tersebut mulai beroperasi sejak Kamis, 2 April 2026, sebagai solusi peralihan sementara dari TPS di Jalan Pendidikan, Kelurahan Cijantung. Selama masa peralihan itu, proses pengangkutan sampah berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Sampah yang masuk ke shelter itu umumnya berasal dari pemukiman warga, yang sebelumnya diangkut menggunakan armada kecil. Dengan adanya shelter tersebut, maka proses pemindahan ke truk besar menjadi lebih terorganisir dan efisien.

Selain shelter, upaya pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang dilakukan melalui program pemilahan sampah dari sumbernya.

Seluruh RW di Kecamatan Pasar Rebo telah memiliki bank sampah, sehingga masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga. Bahkan, sejumlah masjid di wilayah tersebut juga telah menerapkan program serupa.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengurangi beban pembuangan di TPST Bantargebang.

"Pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi volume sampah serta melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengatur pembuangan di TPST Bantargebang," kata Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa, 7 April 2026.

Dia menyebutkan pihaknya menjalin kolaborasi dengan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas untuk mengelola sampah anorganik. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Bank Sampah di setiap kelurahan yang telah dibentuk melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor e-0005/SE/2026 dioptimalkan perannya.

Satgas tersebut bertugas mengoordinasikan pengiriman sampah anorganik dari Bank Sampah Unit ke PDUP Ciracas, sekaligus melaporkan kegiatan melalui sistem daring yang telah disediakan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menargetkan operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam pekan ini. Seluruh jajaran DLH DKI bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)