Trump Tegaskan Militer AS Tetap di Sekitar Iran hingga Kesepakatan Dicapai

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Tegaskan Militer AS Tetap di Sekitar Iran hingga Kesepakatan Dicapai

Muhammad Reyhansyah • 9 April 2026 22:52

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa militer AS akan tetap berada di dalam dan sekitar wilayah Iran hingga kesepakatan yang dicapai benar-benar dilaksanakan sepenuhnya.

Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump mengatakan seluruh kapal, pesawat, personel militer, serta tambahan amunisi dan persenjataan akan tetap siaga di kawasan tersebut sampai implementasi perjanjian dipastikan berjalan.

“Seluruh kapal, pesawat, dan personel militer kami, bersama amunisi dan persenjataan tambahan, akan tetap berada di dalam dan sekitar Iran hingga kesepakatan yang sebenarnya telah dicapai sepenuhnya dipatuhi,” ujarnya, dikutip dari Anadolu, Kamis, 9 April 2026.

Ia juga memperingatkan kemungkinan eskalasi jika kesepakatan tidak dijalankan.

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, meskipun sangat kecil kemungkinannya, maka pertempuran akan dimulai—lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah disaksikan siapa pun sebelumnya,” kata Trump.

Trump menambahkan bahwa kesepakatan mengenai larangan senjata nuklir sebenarnya telah dicapai sejak lama, meskipun menurutnya terdapat narasi yang menyesatkan terkait hal tersebut.

“Tidak ada senjata nuklir, dan Selat Hormuz akan tetap terbuka serta aman,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa militer AS saat ini dalam kondisi siap.

“Sementara itu, militer kita yang hebat sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, bahkan menantikan langkah berikutnya,” tambahnya.

Sebelumnya, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa, yang dimaksudkan sebagai langkah awal menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dimulai oleh Washington dan Israel terhadap Teheran pada 28 Februari, yang telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka.

Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang sebelumnya berulang kali diperpanjang oleh Trump, yang menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan atau menghadapi ancaman kehancuran besar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)