Polres Sragen Periksa 5 Orang Kasus Tewasnya Siswa SMP di Sekolah

Satuan Reserse Kriminal Polres Sragen bersama tim Inafis dan Polsek Sumberlawang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Sumberlawang pada Selasa siang, 7 April 2026. Metro TV

Polres Sragen Periksa 5 Orang Kasus Tewasnya Siswa SMP di Sekolah

8 April 2026 10:57

Sragen: Kasus kematian seorang siswa SMP di Sragen masih dalam penyelidikan. Satuan Reserse Kriminal Polres Sragen bersama tim Inafis dan Polsek Sumberlawang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Sumberlawang pada Selasa siang, 7 April 2026.

Korban diketahui berinisial WAP, seorang siswa yang meninggal dunia diduga setelah insiden di lingkungan sekolah. Polisi menyebut proses penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian.

Hingga kini, sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan untuk memperjelas situasi di tempat kejadian. Dalam penanganan kasus ini, polisi menggunakan pendekatan scientific crime investigation atau penyelidikan berbasis ilmiah. Tim medis dan laboratorium forensik dari Polda Jawa Tengah juga dilibatkan untuk mengumpulkan alat bukti.

Sementara itu, dari pihak sekolah, peristiwa diduga berawal dari candaan antar siswa sebelum korban terjatuh di dekat tembok. Korban sempat ditolong dan dibawa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum akhirnya dirujuk ke puskesmas.
 


Meskipun sempat sadar dalam perjalanan, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di puskesmas. Pihak sekolah menyebut kejadian ini menjadi evaluasi besar, meskipun program pencegahan perundungan telah diterapkan. Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Yudo P, menyatakan tim medis telah dikerahkan untuk mengumpulkan alat bukti melalui pendekatan ilmiah.


Ilustrasi perundungan. Foto: Medcom.id.

"Hari ini kami menghadirkan tim medis dari Bidlabfor dan Biddokkes Polda Jateng untuk mengumpulkan alat bukti melalui science crime investigation. Proses autopsi dimulai malam ini (Selasa)," ujar AKP Catur Yudo P di Sragen, Selasa, 7 April 2026.

Polisi menyebut penyelidikan masih berlangsung dengan memadukan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan bukti ilmiah. Polisi belum dapat menyimpulkan kronologi maupun motif kejadian dan akan menyampaikan hasil secara lengkap setelah data terkumpul. (Arif Nuryanto)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)