7 Negara Produsen Kopi Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk

Ilustrasi biji kopi. (via FAO.org)

7 Negara Produsen Kopi Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk

Riza Aslam Khaeron • 21 May 2026 15:24

Jakarta: Kopi merupakan salah satu komoditas terpenting dalam sektor perdagangan global. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat bahwa kopi tidak hanya menjadi salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi, tetapi juga komoditas yang paling aktif diperdagangkan secara global.

Rantai produksi kopi sebagian besar terkonsentrasi di negara-negara berkembang, menjadikannya roda penggerak ekonomi sekaligus sumber mata pencaharian vital bagi jutaan keluarga petani.

Untuk memetakan dinamika pasar komoditas ini, Departemen Pertanian Amerika Serikat melalui Layanan Pertanian Luar Negeri (Foreign Agricultural Service, USDA FAS) rutin merilis laporan berkala mengenai negara-negara produsen terbesar di dunia. Laporan terbaru yang dirilis pada Desember 2025 memproyeksikan volume produksi kopi untuk tahun pemasaran 2025/2026.

Pada musim 2025/2026 ini, USDA memperkirakan total produksi kopi global akan mencetak rekor baru hingga menyentuh angka 178,8 juta karung, mengalami kenaikan sebesar 3,5 juta karung dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Berdasarkan proyeksi komprehensif dari USDA FAS untuk periode 2025/2026 tersebut, berikut adalah rincian mengenai 7 negara produsen kopi terbesar di dunia:
 

1. Brasil

Brasil masih kukuh menempati posisi puncak sebagai produsen kopi terbesar di dunia. USDA memproyeksikan produksi kopi Brasil pada musim 2025/2026 akan mencapai 63 juta karung berkapasitas 60 kilogram. Jumlah tersebut mencakup akumulasi produksi dari varietas arabika dan robusta.

Meski demikian, total panen secara keseluruhan diperkirakan menyusut sekitar 2 juta karung dibanding periode sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh merosotnya produksi arabika akibat dilanda kekeringan berkepanjangan dan suhu ekstrem di wilayah-wilayah sentra perkebunan, seperti Minas Gerais dan São Paulo.

Sebaliknya, produksi robusta Brasil justru diproyeksikan melonjak. Mempertimbangkan curah hujan yang lebih bersahabat di wilayah Espírito Santo dan Bahia, produksi robusta Brasil diprediksi  mencetak rekor baru sebanyak 25 juta karung.
 

2. Vietnam

Vietnam menyusul di peringkat kedua dengan proyeksi produksi mencapai 30,8 juta karung berkapasitas 60 kilogram pada periode 2025/2026. Negara di Asia Tenggara ini dikenal luas sebagai salah satu pilar utama penghasil kopi robusta di dunia.

Berdasarkan laporan USDA, volume produksi Vietnam diperkirakan terus pulih seiring dengan membaiknya hasil panen dan kondisi cuaca yang kian mendukung. USDA juga mencatat bahwa hampir 95 persen dari total produksi kopi Vietnam didominasi oleh varietas robusta.

Tren harga kopi global yang tinggi turut memotivasi para petani setempat untuk meningkatkan investasi pada pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya demi menggenjot produktivitas lahan.
 

3. Kolombia

Kolombia menempati posisi ketiga dengan estimasi produksi sebanyak 13,8 juta karung berkapasitas 60 kilogram. Negara asal Amerika Selatan ini sangat masyhur dengan produksi kopi arabika bermutu tinggi, khususnya jenis washed arabica atau arabika proses basah yang menjadi primadona di segmen pasar kopi premium dan specialty coffee.

Kendati konsisten mengamankan posisi tiga besar dunia, total produksi Kolombia pada musim 2025/2026 diperkirakan menyusut sekitar 1 juta karung. USDA mengonfirmasi bahwa curah hujan yang berlebih disertai tutupan awan yang tebal telah mengganggu proses pembungaan tanaman, sehingga menekan produktivitas panen.


Seorang barista menuangkan susu untuk membuat seni latte di dalam cangkir kopi. (Chevanon Photography?/Pexels)
 

4. Indonesia

Indonesia membuktikan taringnya sebagai salah satu raksasa kopi dunia dengan mantap menempati posisi keempat. USDA mengestimasikan produksi kopi Indonesia pada periode 2025/2026 akan menyentuh angka 12,45 juta karung berkapasitas 60 kilogram. Angka proyeksi ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan proyeksi pada Juni 2025 yang sebelumnya berada di angka 11,25 juta karung.

Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia konsisten memegang predikat sebagai produsen robusta terbesar ketiga di dunia setelah Vietnam dan Brasil sejak tahun pemasaran 2000/2001.

Peta produksi kopi nasional secara umum didominasi oleh varietas robusta, sedangkan untuk varietas arabika diperkirakan berkontribusi sekitar 1,45 juta karung. USDA juga menguraikan bahwa Pulau Sumatra menyumbang sekitar 75 persen dari total produksi kopi nasional, di mana wilayah bagian selatan didominasi oleh robusta, sementara varietas arabika tumbuh terbatas di wilayah utara.
 

5. Etiopia

Etiopia berada di peringkat kelima dengan target produksi sebesar 11,56 juta karung berkapasitas 60 kilogram pada periode 2025/2026. Laporan USDA menunjukkan bahwa produksi Etiopia melonjak sekitar 500.000 karung sekaligus menembus rekor baru bagi negara tersebut.

Pencapaian gemilang ini didorong oleh langkah peremajaan lahan secara masif. Lebih dari separuh area budidaya telah diganti dengan varietas unggul berdaya hasil tinggi (high-yielding varieties) dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Selain itu, para petani juga didorong aktif meningkatkan produktivitas melalui teknik pemangkasan (pruning) pascapanen yang intensif.
 
Baca Juga:
Daftar 20 Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia
 

6. Uganda

Uganda mengamankan peringkat keenam dengan proyeksi hasil panen sebanyak 6,875 juta karung berkapasitas 60 kilogram. Produksi dari negara di kawasan Afrika Timur ini didominasi oleh kopi robusta dengan estimasi mencapai 5,815 juta karung, sedangkan untuk varietas arabika menyumbang sekitar 1,06 juta karung.

Tidak hanya unggul dalam kapasitas produksi, Uganda juga menasbihkan diri sebagai salah satu eksportir kopi yang krusial. USDA memperkirakan volume ekspor biji kopi dari Uganda pada musim 2025/2026 akan mampu mencapai 6,515 juta karung.
 

7. India

India menggenapi daftar tujuh besar dengan proyeksi produksi sebesar 6,05 juta karung berkapasitas 60 kilogram pada periode 2025/2026. Karakteristik produksi kopi di India memadukan varietas arabika dan robusta, dengan robusta sebagai kontributor terbesar. USDA memproyeksikan produksi robusta India akan mencapai 4,7 juta karung, sementara arabika menyumbang sekitar 1,35 juta karung.

Dengan perolehan tersebut, India berhasil mengungguli Honduras yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 5,8 juta karung pada periode yang sama. Selisih tipis ini memastikan posisi India tetap kokoh di dalam daftar elite produsen kopi dunia versi USDA FAS musim 2025/2026.

Data di atas membuktikan bahwa posisi Indonesia tetap memegang peranan krusial dalam rantai pasok komoditas kopi global. Meskipun Brasil dan Vietnam memimpin jauh dari segi volume produksi, Indonesia tetap menjadi salah satu poros utama dunia, khususnya dalam menyuplai kopi robusta berkualitas tinggi untuk kebutuhan pasar internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)