Pemerintah Kecam Keras Kekerasan Zionis ke Relawan Kemanusiaan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ri Sugiono turut menjemput kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten pada Minggu (24/5/2026) ANTARA/Azmi Sams

Pemerintah Kecam Keras Kekerasan Zionis ke Relawan Kemanusiaan

Whisnu Mardiansyah • 24 May 2026 18:22

Tangerang: Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tahanan militer Zionis Israel telah kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Minggu sore, 24 Mei 2026.

Kepulangan sembilan WNI yang ikut serta dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ini melewati perjalanan panjang setelah berhasil lepas dari tahanan otoritas Israel. Mereka sebelumnya dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI sebagai bagian dari langkah perlindungan terhadap warga negara Indonesia.

Dalam perjalanan pulang ke Tanah Air, kesembilan WNI ini diangkut menggunakan pesawat Emirates pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 19.35 waktu Istanbul menuju Dubai. Setelah itu, mereka kembali diterbangkan melalui jalur Dubai-Jakarta pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 04.10, dan tiba di Indonesia pukul 15.30 WIB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, hadir langsung dalam penjemputan kepulangan kesembilan WNI tersebut. Ia menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pembebasan warga negaranya.

"Hari ini kita kedatangan teman-teman aktivis kemanusiaan, yang kita ketahui mereka telah ditahan oleh militer Israel. Dan kemudian mereka berada dalam kondisi selamat," ucap Menlu Sugiono dalam konferensi pers usai penjemputan, seperti dilansir Antara, Minggu, 24 Mei 2026.

Ia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah memastikan kesembilan warganya yang menjadi relawan flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza itu dalam keadaan selamat dan aman. Sugiono menambahkan, selama proses pembebasan, pihaknya melakukan koordinasi serta negosiasi dengan sejumlah lembaga negara agar berhasil memulangkan para sandera dari cengkeraman militer Israel.
 


"Terima kasih kepada Presiden dan DPR RI yang telah membantu mendorong pembebasan WNI kita. Kami sampaikan juga terima kasih kepada Pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang turut membantu upaya pemulangan warga kita serta membantu penjemputan saudara-saudara kita," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono menegaskan Indonesia kembali mengecam keras tindakan personel Zionis Israel yang melakukan kekerasan terhadap para WNI ketika mereka diculik dalam penyergapan kapal konvoi pelayaran GSF 2.0 pada awal pekan ini.

Menurutnya, aksi penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan, termasuk terhadap WNI, merupakan perbuatan tidak berperikemanusiaan, pelanggaran terhadap hukum internasional, serta bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan universal.

"Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan oleh Israel kepada saudara-saudara kita. Dan yang jelas, ini merupakan pelanggaran hukum internasional karena ini adalah masyarakat sipil yang sedang melakukan bantuan kemanusiaan untuk saudara kita yang ada di Palestina," tegasnya.


Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah.

Sebelumnya, seluruh relawan GSF dari berbagai negara telah dikonfirmasi dibebaskan dari penjara Israel. Mereka kemudian dideportasi dan diterbangkan keluar dari wilayah Israel menuju Turki.

Setibanya di Istanbul, kesembilan WNI peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza itu sempat menjalani serangkaian proses pemeriksaan lanjutan sebelum akhirnya dapat terbang pulang ke tanah air.

"Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan yang dilakukan oleh pihak Turki," ucap Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.

Adapun dari kesembilan WNI yang ditahan oleh militer Zionis Israel tersebut, ternyata tidak luput dari tindak kekerasan fisik oleh personel militer negara itu. Mereka mengaku dipukuli, ditendang, dan disetrum selama masa penahanan.

(Whisnu M)