BPBD Bantul Pastikan Ketersediaan Air Aman di Masa Peralihan Musim

Tangki air BPBD Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)

BPBD Bantul Pastikan Ketersediaan Air Aman di Masa Peralihan Musim

Silvana Febiari • 22 May 2026 22:32

Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memastikan ketersediaan air masih dalam kondisi aman pada masa peralihan musim hujan ke kemarau. Hingga saat ini, belum ada permintaan penyaluran air bersih dari masyarakat.

"Sampai saat ini belum ada (permintaan), masih aman sepertinya," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol, dilansir dari Antara, Jumat, 22 Mei 2026. 

Menurutnya, sebagian daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah memasuki musim kemarau. Namun, beberapa di antaranya masih terjadi hujan.
 


Ia memprediksi permintaan penyaluran air bersih akan mulai berdatangan pada Juni dan Juli mendatang. Hal ini merujuk pada pengalaman yang terjadi tahun sebelumnya.

"Mulai Juni itu sudah mulai untuk waspada," ujar Antoni.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lanjutnya, tahun ini El Nino diperkirakan terjadi pada bulan Juni hingga September. Pihaknya meningkatkan kesiagaan di waktu tersebut.

Ia menjelaskan, permintaan bantuan air bersih dapat diajukan terlebih dahulu ke masing-masing kalurahan. Selanjutnya, pihak kelurahan akan bersurat ke BPBD Bantul sebelum petugas melakukan pengecekan langsung di lapangan.

"Kadang-kadang kalau memang kondisinya mendesak sekali kami melakukan pendataan sambil membawa air juga," ungkapnya.


Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)


BPBD Bantul, lanjut dia, tahun ini menganggarkan sebanyak Rp20 juta untuk penunjang kebutuhan bantuan air bersih. Anggaran ini setara dengan pengadaan 400 tangki air.

Pihaknya akan melakukan penambahan anggaran dari pos belanja tak terduga serta berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya apabila memang terdapat kekurangan di lapangan.

"Karena nanti kan di lapangan bukan cuma BPBD, kami juga dibantu oleh Tagana, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI) maupun juga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," ujar Antoni.

BPBD Kabupaten Bantul telah menyebarkan Surat Edaran (SE) Bupati terkait pelaksanaan simulasi dan antisipasi dampak El Nino. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun kesiapsiagaan di tingkat individu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)