Petani di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menggarap sawah (ANTARA/Hery Sidik)
Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG DIY Imbau Warga Waspada
Whisnu Mardiansyah • 21 May 2026 09:53
Yogyakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait, serta masyarakat agar lebih siap dan waspada terhadap potensi dampak yang mungkin timbul selama musim kemarau 2026 akibat fenomena El Nino.
"Terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, serta berkurangnya ketersediaan air bersih," ujar Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, dalam keterangan resmi yang disampaikan di Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut dia, langkah antisipasi terhadap dampak kemarau bagi keempat wilayah kabupaten dan kota di DIY ini sangat diperlukan karena berkaitan dengan prediksi munculnya fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat (sedang).
"Prediksi tersebut muncul setelah pertengahan tahun 2026 dengan peluang 50 sampai 60 persen yang dapat menurunkan curah hujan, utamanya di wilayah DIY," ujarnya.
Baca Juga :
BNPB Minta Daerah Waspada Dampak Kemarau Panjang
Ia menjelaskan bahwa prediksi curah hujan selama musim kemarau 2026 berada pada kategori di bawah normal (BN). Artinya, kondisi musim kemarau diprediksikan akan lebih kering jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan tindakan antisipatif untuk menghadapi dampak El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan mulai bulan Juni 2026. Adapun potensi kekeringan ekstrem diprediksi akan terjadi pada bulan Juli hingga Oktober 2026.

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
"Bagi petani agar mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen. Dan wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis untuk mengambil langkah antisipatif melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien," ujarnya.
BMKG juga mengimbau kepada pemerintah daerah serta masyarakat untuk senantiasa memperbarui informasi terkait iklim yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Klimatologi DIY melalui kanal-kanal resmi maupun media sosial BMKG.