Hujan Badai hingga Gelombang Panas Ganggu Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS

Acara perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat di sekitar Gedung Putih ditunda akibat cuaca buruk pada Sabtu, 4 Juli 2026. (EPA)

Hujan Badai hingga Gelombang Panas Ganggu Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS

Willy Haryono • 5 July 2026 16:01

Washington: Cuaca ekstrem mengganggu perayaan 250 tahun Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di sejumlah kota di Pantai Timur pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Hujan deras, badai, dan gelombang panas memaksa penyelenggara membatalkan, menunda, atau menyesuaikan berbagai agenda perayaan.

Di Washington, badai memicu evakuasi sekitar dua jam di kawasan National Mall. Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan tetap akan menyampaikan pidato sesuai rencana.

"Saya tidak akan membiarkan sedikit hujan menghentikan perayaan 250 tahun kami," tulis Trump melalui media sosial.

Dikutip dari AsiaOne, Minggu, 5 Juli 2026, perayaan 250 tahun kemerdekaan AS juga dibatalkan di Hartford, Connecticut, serta Harrisburg dan Wilkes-Barre di Pennsylvania akibat cuaca buruk.

Di Boston, pengunjung konser dan pertunjukan kembang api sempat diminta berlindung sebelum acara akhirnya dilanjutkan. Sementara itu, otoritas di Philadelphia juga sempat memerintahkan evakuasi di sejumlah lokasi.

Kota New York dan Pittsburgh tetap menggelar pesta kembang api, namun jadwal pelaksanaannya diubah untuk menyesuaikan kondisi cuaca.

Selain badai, sebagian besar wilayah Pantai Timur juga dilanda gelombang panas dengan suhu yang di sejumlah daerah mendekati bahkan melampaui 38 derajat Celsius.

Di Washington, peserta yang dievakuasi memadati museum, stasiun kereta bawah tanah, dan gedung-gedung pemerintah untuk berlindung sekaligus mencari pendingin ruangan.

Polarisasi Politik

Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ribuan orang memadati berbagai lokasi perayaan, termasuk Philadelphia yang menjadi tempat lahirnya Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat pada 1776.

Di New York, armada kapal layar berparade mengelilingi Patung Liberty sebelum diikuti atraksi udara yang menampilkan pesawat pengebom siluman, tim aerobatik Angkatan Laut AS Blue Angels, serta tim aerobatik Angkatan Udara Prancis, Patrouille de France.

Perayaan juga berlangsung di Mount Vernon, Virginia, tempat sejumlah peserta mengikuti upacara pengambilan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat.

Perayaan tahun ini berlangsung di tengah suasana politik yang masih terpolarisasi menjelang pemilu paruh waktu. Sehari sebelumnya, Trump dalam pidatonya di Gunung Rushmore menyebut komunisme sebagai "ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika."

Sementara itu, Wali Kota New York Zohran Mamdani, tanpa menyebut nama Trump, mengatakan cita-cita yang menjadi dasar berdirinya Amerika Serikat hanya dapat bertahan apabila masyarakat terus mempertahankannya.

Wakil Presiden JD Vance juga mengatakan akan selalu ada pihak yang lebih memilih menyoroti kekurangan Amerika dibandingkan pencapaiannya saat negara tersebut merayakan hari kemerdekaan.

Baca juga: Amerika Serikat Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan di Tengah Gelombang Panas Ekstrem

(Willy Haryono)