Korban Hanania Travel menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. Metro TV/Satrio
Korban Penipuan Hanania Travel Harap Pengawasan Travel Umrah Diperketat
Satrio Adi Putranto • 7 July 2026 18:50
Jakarta: Salah seorang korban Hanania Travel, Diana, mengaku trauma akibat gagal berangkat umrah. Dia berharap pemerintah memperketat pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah agar kasus penipuan tidak terulang.
“Sebenarnya saya tidak mau berada di depan publik seperti ini. Dari kemarin saya selalu berusaha menghindari, karena benar-benar kena di mental,” kata Diana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Diana, korban kerap mendapat penilaian negatif karena dianggap memilih travel dengan harga murah. Padahal, Hanania Travel menawarkan harga yang sesuai dengan harga pasar.
“Kalau dilakukan benchmarking, harganya memang segitu. Saya juga melakukan observasi sebelum memilih travel itu,” ujar Diana.
Diana berharap Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) lebih aktif mengawasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Dia juga berharap Kemenhaj memberikan pendampingan kepada korban penipuan travel umrah.
“Jangan sampai nanti ada lagi masyarakat yang mengalami hal seperti kami alami,” kata Diana.
.jpg)
Ilustrasi ibadah umrah. Foto- dok MI/Ramdani
Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah Hanania Travel. Polisi telah menetapkan Direktur Utama PT Hazanah Tama Internasional, Ahmad Syah Farhan, sebagai tersangka.
Ratusan saksi telah diperiksa, termasuk korban, karyawan, vendor, hingga sejumlah influencer yang pernah bekerja sama dengan Hanania Travel. Penyidik juga telah memblokir sejumlah rekening perusahaan dan rekening pribadi serta berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana.