Penandatanganan sponsor aggrement antara PLN, Denera, Weiming Nusantara Bali New Energy, dan Weiming Nusantara Alfa dalam pembangunan PSEL Denpasar Raya. Foto: Tangkapan layar.
Danantara Catat Tonggak Baru PSEL Denpasar Raya, Proyek Masuk Fase Pembangunan
Husen Miftahudin • 8 July 2026 10:10
Bali: Danantara Indonesia terus mempercepat pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Proyek tersebut kini memasuki tahapan penting melalui penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan peresmian pembangunan.
Chief Executive Officer PT Danantara Infrastructure Management (DIM) Pandu Sjahrir mengatakan, Danantara Indonesia bergerak cepat menindaklanjuti pengembangan PSEL Denpasar Raya melalui proses yang terstruktur dan profesional.
"Sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, Danantara Indonesia telah bergerak cepat untuk menindaklanjuti pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Denpasar Raya secara terstruktur dan profesional," ujar Pandu dalam acara penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya, Rabu, 8 Juli 2026.
Pandu menjelaskan, proses pemilihan mitra dilakukan melalui beberapa tahapan. Evaluasi proposal berlangsung pada 2-30 Januari 2026, dilanjutkan negosiasi pada 31 Januari hingga 23 Februari 2026, kemudian ditutup dengan penandatanganan Joint Venture Agreement pada 2 Maret 2026.
Sebanyak enam konsorsium mengajukan proposal. Dari jumlah tersebut, hanya dua konsorsium yang lolos tahap evaluasi dan berhak melanjutkan proses negosiasi.
"Ini menunjukkan adanya proses penyaringan yang efektif, selektif, dan menekankan prinsip kehati-hatian," tegas Pandu.
| Baca juga: Danantara Resmikan Pembangunan PSEL Bali, Pangkas Emisi 640 Ribu Ton CO2/Tahun |

(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
Solusi pengelolaan sampah terintegrasi dimulai dari Denpasar
Selain menyelesaikan proses seleksi mitra, Danantara Indonesia juga mencatat sejumlah capaian dalam pengembangan proyek PSEL Denpasar Raya. Di antaranya penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali pada 21 April 2026 serta penetapan proyek sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 22 Mei 2026.
Pada Rabu, 8 Juli 2026, proyek tersebut kembali memasuki fase penting melalui penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) sekaligus peresmian pembangunan fasilitas PSEL.
"Hari ini PSEL Denpasar Raya memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL. Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai dari Denpasar Raya," kata Pandu.
Ia menambahkan, PSEL Denpasar Raya menjadi proyek pertama yang dijalankan sebagai implementasi awal pengembangan pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.
Dari sisi tata kelola, Pandu memastikan proses pemilihan mitra melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai disiplin ilmu. Seluruh tim mendukung proses seleksi secara menyeluruh untuk memastikan setiap tahapan berjalan kredibel dan memenuhi standar internasional.
Tim tersebut memiliki pengalaman dalam berbagai proyek PSEL di sejumlah negara, antara lain Thailand, Australia, Malaysia, Kuwait, Tiongkok, Irlandia, dan Jerman.
"Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan proses pemilihan mitra ini telah terverifikasi dan dilakukan secara profesional, dengan dukungan keahlian teknis, hukum, finansial, serta lingkungan," tutup Pandu.