95 Bangunan Liar di Karet Tengsin Jakpus Ditertibkan

Sebanyak 95 bangunan semipermanen di Jalan Abdul Jalil RW 09, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), dibongkar petugas gabungan. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

95 Bangunan Liar di Karet Tengsin Jakpus Ditertibkan

Christian • 6 August 2026 11:26

Jakarta: Sebanyak 95 bangunan semipermanen di Jalan Abdul Jalil RW 09, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), dibongkar petugas gabungan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Penertiban dilakukan lantaran puluhan bangunan tersebut berdiri di atas saluran penghubung (Phb).

"Keberadaan bangunan ini berdiri di atas saluran Phb. Hari ini kita kerahkan ratusan petugas gabungan dalam penertiban ini," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Pusat Suprayogie di sela-sela penertiban, Kamis, 6 Agustus 2026.
 


Suprayogie menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat telah menggelar sosialisasi sebanyak tiga kali sebelum mengeksekusi pembongkaran. Petugas telah mengedukasi warga bahwa penertiban dilakukan demi penataan kawasan dan pengerukan saluran air.

"Kami lakukan sosialisasi kepada pihak warga yang bangunannya kena, RT, RW, LMK, dan FKDM. Kami berikan penjelasan terkait penertiban ini bahwa kami akan lakukan penataan dan akan menguras saluran," kata Suprayogie.

Mayoritas bangunan yang ditertibkan difungsikan sebagai tempat usaha berdagang dan sebagian lainnya merupakan hunian. Pihaknya sempat memberikan opsi kepada warga untuk membongkar bangunannya secara mandiri atau dibantu petugas.

"Hari ini kita pastikan bangunan dibongkar petugas," ucap Suprayogie.


Sebanyak 95 bangunan semipermanen di Jalan Abdul Jalil RW 09, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), dibongkar petugas gabungan. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Pemkot Jakarta Pusat juga menyiapkan langkah pembinaan bagi warga terdampak yang berwirausaha melalui Suku Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPUKM) Jakarta Pusat. Opsi relokasi tempat berdagang saat ini masih dalam tahap pembicaraan.

"Hingga saat ini lokasi tempat penampungan masih dibahas lantaran jumlah mereka cukup banyak," ucap Suprayogie.

(Fachri Audhia Hafiez)