Perkuat Portofolio Energi Terbarukan, Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun Lewat Sukuk

PLTA Batu Gajah, pembangkit yang dikelola Tamaris Hidro. Foto: dok Tamaris Hidro.

Perkuat Portofolio Energi Terbarukan, Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun Lewat Sukuk

Husen Miftahudin • 19 June 2026 14:49

Jakarta: Pengembang dan operator Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PT Tamaris Hidro (Tamaris Hydro), meluncurkan Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026 dengan nilai emisi maksimal Rp1 triliun.

Penerbitan sukuk ini menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka panjang perseroan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan efisiensi pembiayaan, serta memperluas kontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) nasional.

Melalui penerbitan sukuk ini, Presiden Direktur Tamaris Hidro M. Syahrial berharap dapat memperluas partisipasi investor dalam pembangunan infrastruktur energi hijau nasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I  Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Tamaris Hidro untuk mendukung percepatan transisi energi Indonesia," ungkap Syahrial, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.

"Melalui instrumen syariah ini, kami menghadirkan alternatif investasi yang kompetitif sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan infrastruktur energi bersih yang berkelanjutan," tambah dia.

Dengan tujuan untuk mendukung target pencapaian porsi EBT dari Pemerintah Indonesia sebesar 34,3 persen pada 2034, perseroan meyakini pembangkit listrik tenaga air akan memainkan peran penting dalam pencapaian target tersebut karena memiliki karakteristik energi bersih yang stabil, berkelanjutan, dan dapat diandalkan sebagai sumber beban dasar (baseload renewable energy).
 

Baca juga: IIF Guyur Arkora Hydro Rp645 Miliar untuk Pembiayaan Energi Terbarukan
 

Hasil penerbitan sukuk digunakan untuk refinancing


Adapun Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tamaris Hydro Tahap I Tahun 2026 memperoleh peringkat idAA(sy)(sf) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut didukung fasilitas pembiayaan atau Credit Enhancement Facility (CEF) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai standby maksimal Rp450 miliar.

Instrumen ini terdiri atas dua seri, yakni Seri A dengan tenor lima tahun dan Seri B dengan tenor tujuh tahun. Pembayaran imbalan ijarah dilakukan setiap tiga bulan atau kuartalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Objek ijarah berupa hak manfaat atas kapasitas listrik pembangkit milik perseroan sebesar 1,83 miliar kilowatt hour (kWh), yang menghasilkan pendapatan berulang dari kontrak jual beli listrik jangka panjang bersama PT PLN (Persero).

Dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk melakukan refinancing sebagian pinjaman sindikasi perbankan pada pembangkit yang telah beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD). Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya pendanaan sekaligus memperkuat posisi keuangan perseroan.

Penerbitan sukuk tersebut didukung PT BCA Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT INA Sekuritas Indonesia, dan PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai joint lead underwriters.


(PLTA Batu Gajah, pembangkit yang dikelola Tamaris Hidro. Foto: dok Tamaris Hidro)
 

Jadwal penawaran sukuk


Perseroan menetapkan jadwal penawaran sebagai berikut:
  • Masa bookbuilding: 18-24 Juni 2026.
  • Pernyataan efektif OJK: 30 Juni 2026.
  • Masa penawaran umum: 2-6 Juli 2026.
  • Penjatahan: 7 Juli 2026.
  • Distribusi elektronik KSEI: 9 Juli 2026.
  • Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 10 Juli 2026.

(Husen Miftahudin)