Olah Limbah Jadi Produk Ekonomi Tinggi di Kebumen

Masyarakat diajarkan untuk mengubah limbah yang tidak bernilai, seperti pelepah pisang, menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Foto: Dok. Istimewa.

Olah Limbah Jadi Produk Ekonomi Tinggi di Kebumen

Fachri Audhia Hafiez • 14 April 2026 19:27

Jakarta: Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Salahuddin Uno terus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di tingkat desa melalui program Desa EMAS 2026. Dalam kegiatan yang digelar di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, masyarakat diajarkan untuk mengubah limbah yang tidak bernilai, seperti pelepah pisang, menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi.

"Tujuan kegiatan ini adalah menciptakan Mindset Entrepreneur, bahwa setiap hal yang ada di sekitar kita bisa jadi cuan bila diolah dengan baik," kata Sandiaga dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 April 2026.
 


Sandiaga menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat mampu merencanakan usaha dengan target yang jelas. Dengan pembekalan teknis mulai dari penggunaan alat pemintal hingga optimasi kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran, warga diharapkan tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga mahir dalam manajemen keuangan dan promosi produk.

"Terpenting adalah fokus membangun usaha berkelanjutan dan bisnis jangka panjang," ujar dia

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Lajer ini melibatkan INOTEK Foundation dan Pemkab Kebumen. Selain sesi motivasi dari pelaku usaha sukses, pelatihan ini juga menghadirkan workshop fotografi produk dan pemanfaatan media sosial.


Masyarakat diajarkan untuk mengubah limbah yang tidak bernilai, seperti pelepah pisang, menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Foto: Dok. Istimewa.

Menariknya, hasil karya para peserta berupa tali serat pelepah pisang seberat 97,3 kg langsung diserap oleh offtaker Agrominafiber. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan yang diberikan memberikan manfaat ekonomi secara instan bagi warga binaan.

Melalui program ini, Sandiaga berharap masyarakat pedesaan memiliki perhitungan yang matang dalam mengambil keputusan bisnis, terutama terkait perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan demikian, usaha kerajinan limbah ini bisa menjadi penopang ekonomi keluarga dan biaya pendidikan anak-anak di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)