Populer Ekonomi: Harga Emas Antam Turun hingga Purbaya Tantang Proyeksi Bank Dunia

Emas Antam. Foto: MI/Usman Iskandar.

Populer Ekonomi: Harga Emas Antam Turun hingga Purbaya Tantang Proyeksi Bank Dunia

Husen Miftahudin • 18 April 2026 07:59

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Jumat, 17 April 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari harga emas Antam turun Rp20 ribu jadi Rp2,868 juta hingga Purbaya tantang proyeksi Bank Dunia.

Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Harga Emas Antam Turun Rp20 Ribu Jadi Rp2,868 Juta Hari Ini, 17 April 2026

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini kembali mengalami penurunan.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Harga Minyak Turun Lagi, Kini Cuma USD80-an per Barel

Harga minyak anjlok tajam pada perdagangan awal Asia di Jumat setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, yang memicu harapan lebih besar untuk perdamaian di Timur Tengah.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Siap-siap Borong! Harga Emas Bakal Turun Banyak Minggu Depan

Pergerakan harga emas dunia pada pekan depan diperkirakan akan menghadapi tekanan dalam jangka pendek, seiring munculnya sinyal koreksi dari sisi teknikal serta pengaruh faktor fundamental global.

Baca berita selengkapnya di sini.
 

Baca juga: Top Ekonomi: Cara Memutihkan Rapor Kredit SLIK OJK yang Jelek

4. Purbaya Tantang Proyeksi Bank Dunia, Targetkan Ekonomi RI Tembus di Atas 5,5%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari prediksi Bank Dunia. Seperti diketahui, Bank Dunia sempat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Bahlil Siap Sikat IUP Bermasalah, Izin Tambang Diperketat

Penertiban aktivitas pertambangan yang tidak sesuai ketentuan terus diperketat melalui evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan (IUP) yang bermasalah. Langkah ini diambil setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan penataan IUP kepada Presiden Prabowo Subianto.

Baca berita selengkapnya di sini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)