Siap-siap Borong! Harga Emas Bakal Turun Banyak Minggu Depan

Ilustrasi, emas batangan. Foto: Xinhua.

Siap-siap Borong! Harga Emas Bakal Turun Banyak Minggu Depan

Husen Miftahudin • 17 April 2026 11:02

Jakarta: Pergerakan harga emas dunia pada pekan depan diperkirakan akan menghadapi tekanan dalam jangka pendek, seiring munculnya sinyal koreksi dari sisi teknikal serta pengaruh faktor fundamental global.

Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pasangan XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan potensi pelemahan setelah harga gagal menembus area resistance penting dalam beberapa sesi terakhir.

Secara teknikal, kegagalan harga untuk melanjutkan kenaikan menjadi indikasi momentum bullish mulai kehilangan tenaga. Kondisi ini membuka peluang terjadinya koreksi sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar, terutama setelah harga emas mengalami kenaikan cukup signifikan pada pekan sebelumnya.

"Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung mengalami fase penyesuaian sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya," ungkap Gerald, dikutip dari analisis harian Dupoin Futures, Jumat, 17 April 2026.

Geraldo menjelaskan, potensi pelemahan ini masih tergolong sebagai koreksi sehat dan belum mengindikasikan perubahan tren utama. Dengan kata lain, pergerakan turun yang mungkin terjadi lebih bersifat sementara dan menjadi bagian dari proses konsolidasi pasar.

Dalam proyeksi pergerakan pekan depan, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support terdekat di kisaran USD4.739. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat.

"Jika tekanan jual masih berlanjut, maka harga berpotensi melanjutkan pelemahan hingga ke level berikutnya di sekitar USD4.702," ungkap Geraldo.

Meski demikian, kedua level tersebut juga berperan sebagai area penopang yang dapat menjadi titik rebound bagi harga. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut sebagai acuan dalam menentukan strategi berikutnya.
 

Baca juga: Kilau Harga Emas Meredup Dicuri Dolar, Investor Pelototi Diplomasi AS-Iran
 

Tertekan penguatan dolar AS


Dari sisi fundamental, jelas Geraldo, tekanan terhadap harga emas dalam jangka pendek turut dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Setelah sebelumnya mengalami pelemahan, dolar kini menunjukkan tanda-tanda penguatan yang membuat harga emas cenderung tertekan. Dalam kondisi ini, emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan dapat menurun.

Selain itu, aksi ambil untung oleh pelaku pasar juga diperkirakan menjadi salah satu faktor pendorong koreksi. Setelah mengalami kenaikan signifikan pada pekan sebelumnya, sebagian investor memilih untuk merealisasikan keuntungan, yang pada akhirnya menekan harga emas dalam jangka pendek.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS juga masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan emas. Pasar masih melihat kemungkinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk jangka waktu tertentu.

"Kondisi ini cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas, karena suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis imbal hasil," papar Geraldo.

Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memberikan tekanan tambahan. Ketika yield obligasi meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih tinggi, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang memberikan imbal hasil lebih menarik.


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Pelemahan harga emas tidak akan berlangsung lama


Namun demikian, kata Geraldo, potensi pelemahan harga emas ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven masih tetap kuat, terutama di tengah ketidakpastian global yang belum mereda. Risiko perlambatan ekonomi dan dinamika geopolitik masih menjadi faktor yang dapat mendorong minat investor terhadap emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai harga emas berpotensi mengalami koreksi pada pekan depan sebelum kembali melanjutkan tren utamanya. Selama harga tidak menembus area support kunci secara signifikan, arah pergerakan jangka menengah masih cenderung positif.

"Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi, serta mencermati level-level penting yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga emas ke depan," ucap Geraldo mengingatkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)