Ilustrasi, harga emas turun di tengah kenaikan dolar AS. Foto: robinsonsjewelers.com
Kilau Harga Emas Meredup Dicuri Dolar, Investor Pelototi Diplomasi AS-Iran
Husen Miftahudin • 17 April 2026 09:10
Chicago: Harga emas lesu pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat (WIB), tertekan oleh penguatan dolar dan suasana yang kurang antusias di Wall Street. Fokus tetap tertuju pada upaya diplomasi lebih lanjut antara AS dan Iran, yang diperkuat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Israel dan Lebanon telah menyetujui gencatan senjata.
Mengutip Investing.com, Jumat, 17 April 2026, harga emas spot XAU/USD sebagai harga pasar emas dunia saat ini, sedikit lebih tinggi di USD4.792,51 per ons. Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun 0,2 persen menjadi USD4.813,30 per ons.
Logam mulia lainnya mengalami penurunan. Harga perak spot turun 0,3 persen menjadi USD78,7225 per ons dan harga platinum spot turun satu persen menjadi USD2.108,85 per ons.
| Baca juga: Harga Emas Menguat, Peluang Menuju Level USD5.005 Semakin Besar |
Trump sebut AS-Iran hampir mencapai kesepakatan perdamaian
Washington dan Teheran pada prinsipnya telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan baru, setelah putaran negosiasi awal akhir pekan lalu di Pakistan tidak menghasilkan kesepakatan langsung, menurut Wall Street Journal.
Mengutip pejabat yang mengetahui masalah tersebut, surat kabar itu mengatakan kedua belah pihak belum menetapkan waktu atau tempat untuk pertemuan tersebut. Gencatan senjata yang rapuh antara kedua pihak akan berakhir pada 21 April.
Pada Kamis, Trump mengatakan kepada wartawan, Iran hampir mencapai kesepakatan. "Pasar saham bagus, harga minyak turun, dan tampaknya sangat baik bahwa kita akan mencapai kesepakatan dengan Iran, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik, itu akan menjadi kesepakatan tanpa senjata nuklir," kata ucap Trump.
Sebelum berbicara kepada wartawan, Trump melalui layanan Truth Social-nya mengumumkan Israel dan Lebanon telah menyetujui gencatan senjata selama 10 hari. Dalam unggahan selanjutnya, Trump mengatakan dia akan mengundang Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih untuk pembicaraan bermakna pertama antara kedua negara.
Tanda-tanda gesekan masih terlihat di Timur Tengah, terutama terkait blokade angkatan laut AS yang terus berlanjut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Seorang komandan militer senior di Iran telah memperingatkan Washington untuk tidak melanjutkan blokade tersebut, yang menurut Komando Pusat AS belum berhasil dihindari oleh kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang terkait dengan Iran.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Harga emas terus pulih
Harga emas terus pulih dengan stabil. Emas, yang biasanya dianggap sebagai aset tempat berlindung yang aman selama krisis geopolitik, justru melawan tren dan anjlok setelah perang Iran yang sedang berlangsung pecah.
Lonjakan harga minyak akibat konflik tersebut memicu kekhawatiran akan guncangan inflasi dan meningkatkan ekspektasi bank sentral, termasuk Federal Reserve, akan merespons dengan menaikkan suku bunga.
Aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas cenderung berkinerja buruk dalam lingkungan suku bunga yang tinggi.
Namun, harga emas batangan menunjukkan pemulihan yang stabil bulan ini di tengah harapan akan berakhirnya permusuhan. LBMA, otoritas global untuk logam mulia, menunjukkan, meskipun emas mengalami kerugian pada Maret, logam kuning tersebut berhasil naik lebih dari lima persen pada kuartal pertama.