Ilustrasi. Foto: Unplash
Harga Emas Menguat, Peluang Menuju Level USD5.005 Semakin Besar
Eko Nordiansyah • 16 April 2026 11:43
Jakarta: Harga emas dunia pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan tren penguatan, didukung oleh sinyal teknikal yang solid serta sentimen fundamental global yang cenderung positif. Pergerakan XAU/USD pada time frame harian menunjukkan tren bullish masih terjaga dengan baik dan berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
"Secara teknikal, harga emas saat ini masih mampu bertahan di atas indikator Moving Average 21 dan 34, yang berfungsi sebagai support dinamis," kata analis Dupoin Futures Geraldo Kofit dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2026.
Ia mengatakan kondisi ini menjadi salah satu indikator penting, struktur tren naik masih valid dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan. Selama harga tetap berada di atas area tersebut, maka peluang kenaikan masih terbuka lebar.
Geraldo menjelaskan, kondisi ini mencerminkan dominasi tekanan beli di pasar. Ketika harga mampu bertahan di atas area support dinamis, hal tersebut menunjukkan minat investor terhadap emas masih cukup tinggi. Selain itu, pergerakan harga yang stabil di atas level tersebut juga menjadi fondasi bagi kelanjutan tren bullish dalam jangka menengah.
Emas menuju level resistance terdekat
Dalam proyeksi pergerakan hari ini, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level resistance terdekat di kisaran USD4.868. Level ini menjadi target awal yang akan diuji oleh pasar. Apabila harga mampu menembus area tersebut secara meyakinkan, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka.Lebih lanjut, jika momentum bullish terus terjaga, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mencapai level USD5.005. Level ini tidak hanya menjadi resistance teknikal, tetapi juga memiliki arti penting sebagai level psikologis yang sering menjadi perhatian pelaku pasar.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Dari sisi indikator, ia menyebut, sinyal penguatan juga terlihat dari pergerakan stochastic yang masih mengarah ke atas dan berpotensi menuju area overbought. Kondisi ini menunjukkan momentum kenaikan masih cukup kuat dan pergerakan harga masih sejalan dengan indikator teknikal yang digunakan.
"Meski demikian, kondisi overbought juga mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Namun, selama tidak terjadi penurunan yang signifikan di bawah area support utama, tren kenaikan diperkirakan masih akan tetap berlanjut," ungkap dia.
Penguatan harga emas didukung ketidakpastian global
Berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, risiko perlambatan ekonomi, serta volatilitas pasar keuangan membuat investor cenderung mencari aset yang lebih aman. Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi salah satu instrumen yang paling diminati sebagai safe haven.Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih dovish juga menjadi faktor pendorong utama. Pasar mulai memperkirakan Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif, bahkan membuka peluang untuk melakukan penurunan suku bunga di masa mendatang. Hal ini membuat emas semakin menarik, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
"Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dukungan tambahan bagi kenaikan harga emas. Dengan adanya hubungan yang berlawanan antara dolar dan emas, tekanan terhadap dolar akan membuka ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi," jelas Geraldo.
Faktor lain yang turut memperkuat tren bullish adalah meningkatnya permintaan dari bank sentral global yang terus menambah cadangan emas. Langkah ini menunjukkan emas masih dianggap sebagai aset strategis dalam menjaga stabilitas cadangan devisa, sekaligus memberikan dukungan jangka panjang terhadap harga.
"Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai tren bullish harga emas masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, peluang kenaikan menuju level yang lebih tinggi tetap terbuka, meskipun pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi fluktuasi dalam jangka pendek," kata dia.