Pemerintah Kota Jakarta Timur mengubur ikan sapu-sapu di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Pabrik Siomay Bakal Disidak Cegah Peredaran Ikan Sapu-sapu
Siti Yona Hukmana • 17 April 2026 12:39
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menyiapkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik rawan untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran ikan sapu-sapu. Hal ini untuk memastikan masyarakat tidak memanfaatkan atau mengonsumsi ikan sapu-sapu.
"Nanti dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) ada yang sidak-sidak ke setiap titik. Monitor berkala ke pabrik siomay atau ke mana gitu," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir Antara, Jumat, 17 April 2026.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan ikan yang dinyatakan tidak layak konsumsi tersebut tidak masuk ke dalam rantai makanan masyarakat. Sidak tersebut akan menyasar pelaku usaha serta tempat pengolahan makanan yang berpotensi menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku.
Munjirin menyebut langkah tersebut penting untuk dilakukan mengingat praktik penangkapan dan penjualan ikan sapu-sapu sudah berlangsung lama di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan lapangan dinilai menjadi kunci untuk memutus distribusi ikan tersebut.
"Nanti, ya, monitor saja, monitor. Kita pastikan tidak dimanfaatkan untuk konsumsi," ujar Taufik.
Selain pengawasan distribusi, Pemkot berupaya mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di perairan. Dengan berkurangnya populasi ikan tersebut, diharapkan ekosistem dapat kembali seimbang dan ikan lokal memiliki ruang untuk berkembang.
Lebih lanjut, Taufik menyebutkan langkah pengawasan dilakukan beriringan dengan upaya pemulihan ekosistem perairan. Menurut dia, keberadaan ikan sapu-sapu yang dominan di sejumlah perairan menjadi salah satu faktor terganggunya keseimbangan lingkungan.
"Nanti, kalau sudah perairannya sudah bersih, baru kita kasih ikan lokal sebagai cara pemeliharaannya. Ikan nila yang sesuai dengan kondisi," ungkap Taufik.
Pemkot Jakarta Timur berencana menebar ikan lokal secara bertahap setelah populasi ikan sapu-sapu berkurang dan kualitas air membaik. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan keseimbangan ekosistem, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih aman bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Terkait pengawasan, Taufik menegaskan kegiatan yang dilakukan nantinya lebih mengedepankan monitoring, bukan razia besar-besaran. Dengan begitu, kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mencegah praktik distribusi ikan sapu-sapu untuk konsumsi.
"Ya, monitor saja, monitor. Kita tetap optimis memberikan edukasi, perhatian kepada warga yang belum paham atau masih sedikit pengetahuannya," ungkap Taufik.
Pemkot Jakarta Timur tengah melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan, sebagai langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, dan dilaksanakan secara hybrid di sejumlah titik perairan lainnya.
Di Kecamatan Matraman, kegiatan berlangsung di Pintu Air Gunung Antang, RW 9, Kelurahan Palmeriam. Di Kecamatan Duren Sawit, kegiatan dipusatkan di Kali Buaran II, sementara di Kecamatan Cakung, penangkapan ikan itu berlangsung di kawasan Perumahan Rokem, Tambun Rengas. Lalu, di Kecamatan Jatinegara, operasi digelar di Rumah Pompa Air BC Sudin Sumber Daya Air, Kelurahan Bidara Cina. Kemudian, di Kecamatan Cipayung, operasi berlangsung di Waduk Cilangkap 2 Agrowisata, RW 1, Kelurahan Cilangkap.
Selanjutnya, di Kecamatan Pasar Rebo, kegiatan terpusat di Irigasi Setu Pedongkelan, Kelurahan Pekayon. Lalu, di Kecamatan Ciracas, kegiatan dilaksanakan di Kali Cipinang, RT 4 RW 3, Kelurahan Rambutan, sedangkan di Kecamatan Pulo Gadung, operasi penangkapan terpusat di Kali Pasadenia, Jalan Pacuan Kuda, Kelurahan Kayu Putih.
Selain itu, di Kecamatan Makasar, operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilaksanakan di Kali Sunter Sipon Kalimalang, tepatnya di Jalan Pintu Air, Kelurahan Cipinang Melayu. Hasil penangkapan mencapai 763 kilogram atau 7,63 kuintal ikan sapu-sapu dalam operasi serentak yang digelar di 10 kecamatan.