Dolar AS Bangkit, Gilas 6 Mata Uang Utama

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Dolar AS Bangkit, Gilas 6 Mata Uang Utama

Eko Nordiansyah • 20 April 2026 08:38

New York: Dolar AS menuju level tertinggi dalam seminggu pada awal perdagangan Asia pada Senin, 20 April 2026. Kenaikan ini karena ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah membuat investor bergegas mencari tempat aman.

Dilansir dari Investing.com, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, naik hingga 0,3 persen mencapai 98,485, level tertinggi sejak 13 April. 

Ini membalikkan aksi jual yang menyebabkan mata uang tersebut jatuh ke level terendah sejak awal perang pada hari Jumat karena harapan akan kesepakatan perdamaian meningkat.

"Perkembangan akhir pekan mungkin akan meredam optimisme ini," tulis analis dari Westpac dalam sebuah catatan riset.



(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah

Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, sementara Iran mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan damai meskipun Trump mengancam akan melakukan serangan udara lagi.

Analis di Barclays mengatakan data sentimen mereka menunjukkan investor masih lebih menyukai dolar, sehingga masih ada ruang untuk turun jika situasi di Timur Tengah kembali normal.

"Setiap gejolak (pasar) kemungkinan akan memiliki ruang yang lebih kecil untuk meluas dan bahkan mungkin terbukti tepat untuk membangun kembali eksposur dolar jangka pendek," kata mereka dalam sebuah catatan pada Minggu. 

"Pertanyaannya di sini tetap apakah gejolak ini bahkan layak untuk diperdagangkan mengingat semua kebisingan dan ketidakpastian terkait," lanjut mereka.

Mata uang utama tertekan

Euro turun 0,3 persen menjadi USD1,1731. Sementara poundsterling Inggris turun dengan besaran yang sama menjadi USD1,3480.

Terhadap yen, dolar AS naik 0,2 persen menjadi 158,945 yen dan menguat 0,1 persen terhadap yuan Tiongkok menjadi 6,8244 yuan dalam perdagangan luar negeri.

Dolar Australia turun 0,6 persen menjadi USD0,7122. Sementara dolar Selandia Baru merosot 0,4 persen menjadi USD0,5856.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)