Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. (EFE)
Kecam DK PBB, Lula da Silva: Mengapa Kalian Tidak Hentikan Perang-Perang Ini?
Dimas Chairullah • 20 April 2026 12:01
Hanover: Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melontarkan kritik tajam terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dinilai gagal menghentikan berbagai konflik global yang saat ini tengah berkecamuk.
Lula juga menyerukan perlunya reformasi mendesak di tubuh WTO, agar organisasi tersebut tidak lagi "lumpuh" dan mulai mencerminkan kepentingan negara-negara Global South secara adil.
"Dunia sedang mengalami jumlah konflik tertinggi dalam sejarahnya sejak Perang Dunia Kedua," ujar Lula dalam acara pembukaan pameran dagang industri di Hanover, Jerman, Minggu waktu setempat.
Secara spesifik, Presiden Brasil itu menantang para pemimpin kekuatan dunia yang duduk di Dewan Keamanan PBB.
"Kita harus bertanya kepada Presiden (AS) Trump, Presiden (Rusia) Putin, Presiden (Tiongkok) Xi Jinping, Presiden (Prancis) Macron, dan Perdana Menteri Inggris: untuk apa Dewan Keamanan? Mengapa Anda tidak bertemu dan menghentikan perang-perang ini?" desak Lula, dikutip dari Viory, Senin, 20 April 2026.
Lula menggaungkan pentingnya "multilateralisme yang adil dan seimbang." Ia menegaskan bahwa WTO harus segera dibentuk kembali untuk mengakomodasi kepentingan negara-negara Selatan secara efektif agar tetap sah dan relevan.
Kelaparan dan Krisis Global
Selain konflik bersenjata, ia juga menyoroti ketimpangan global yang miris. Ia mengkritik keras tingginya pengeluaran pertahanan dan militer di saat masalah kelaparan, buta huruf, serta minimnya akses air dan listrik masih melanda banyak negara."Tidak mungkin, di abad ke-21 ini, ketika kita belum menyelesaikan masalah kelaparan, kita malah menghabiskan uang untuk perang dan tidak ada yang bisa mengakhiri kelaparan di planet ini," sesalnya.
Lula juga sempat menyinggung situasi krisis energi global yang dipicu oleh eskalasi di Selat Hormuz. Ia mengklaim bahwa Brasil termasuk negara yang paling sedikit terkena dampak dari "kegilaan yang melanda Bumi" tersebut.
Menurutnya, Brasil tidak terlalu menderita akibat lonjakan harga minyak global karena pemerintahnya telah mengambil langkah-langkah antisipatif, ditambah Brasil kini hanya mengimpor 30 persen dari total kebutuhan minyak nasionalnya.
Pernyataan keras Lula ini disampaikan saat ia tengah menghadiri gala pembukaan pameran dagang industri bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz, di sela-sela kunjungan kenegaraannya selama dua hari di Jerman.
Baca juga: PM Spanyol Pedro Sanchez Serukan Reformasi PBB agar Sesuai Realitas Abad ke-21