Mendorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Global

Director of Binus School Education, Sherrierose Garcia Gonzales. Foto: dok Binus School Education.

Mendorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Global

Ade Hapsari Lestarini • 20 April 2026 22:59

Tangerang: Generasi muda saat ini memegang peran yang semakin krusial dalam merespons perkembangan global yang tidak menentu. Mereka dituntut untuk mampu memahami, beradaptasi, dan berkontribusi aktif dalam menjawab berbagai tantangan dunia, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menjawab tantangan tersebut, Binus School Education menegaskan komitmennya dengan menjadi tuan rumah Asia-Pacific Young Leaders Convention (APYLC) 2026, yang diselenggarakan pada 20-24 April 2026 di Binus School Serpong. Forum internasional ini menjadi wadah bagi pelajar sekolah menengah atas dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk berkolaborasi, memperluas perspektif global, serta mencari solusi atas dinamika dunia saat ini.

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-9, APYLC 2026 mempertemukan delegasi dari Binus School Education (Indonesia), Kaichi High School (Jepang), Nan Chiau High School (Singapura), dan Changshu Lunhua Senior High School (Tiongkok). Mengusung tema "Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures", para delegasi diajak untuk membahas isu global dengan berlandaskan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai pijakan utama, yaitu SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).


 

 

Generasi muda menjawab tantangan global


"Tema APYLC tahun ini mencerminkan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menjawab tantangan global. Melalui platform ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk memahami kompleksitas lanskap global saat ini serta mengembangkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan," ujar Director of Binus School Education, Sherrierose Garcia Gonzales, dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk berkontribusi melalui ide dan aksi nyata. APYLC 2026 juga turut disambut oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar yang hadir sebagai pembicara utama dalam opening ceremony pada Senin, 20 April 2026.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan empati dalam menjawab tantangan global. "APYLC bukan sekadar forum, tetapi menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mulai mengambil peran dalam membentuk masa depan yang ingin mereka wujudkan. Menjawab tantangan global juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan di dalam komunitas, agar kita dapat menciptakan dampak yang bermakna," kata dia.

Binus School Education berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan global melalui pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi lintas budaya. Melalui APYLC 2026, para peserta diharapkan tidak hanya memperluas wawasan global, tetapi juga terdorong untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan dampak yang bermakna bagi masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)