Pasukan UNIFIL yang bertugas di Lebanon. (Anadolu Agency)
RI Berduka dan Kecam Serangan yang Tewaskan Personel UNIFIL Asal Prancis
Willy Haryono • 19 April 2026 09:54
Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Prancis atas tewasnya seorang prajurit yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada 18 April 2026.
Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap UNIFIL tersebut tidak dapat diterima, terlebih terjadi di tengah masa gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon.
“Semua pihak harus menahan diri secara maksimal, menghormati kedaulatan negara, serta menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional,” ujar pernyataan Kemlu RI di akun sosial media X.
Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga proses diplomasi yang sedang berlangsung agar tidak terganggu oleh tindakan kekerasan yang berpotensi memicu eskalasi konflik serta membahayakan pasukan penjaga perdamaian PBB di lapangan.
Selain itu, Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan yang terus terjadi terhadap UNIFIL dan menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran.
“Penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target; tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas Kemlu RI.
RI juga menyatakan solidaritasnya kepada semua negara penyumbang personel pasukan perdamaian PBB, termasuk Prancis.
“Indonesia berdiri dalam solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya, serta menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperkuat perlindungan terhadap penjaga perdamaian PBB,” tutup Kemlu RI.
Komitmen penguatan perlindungan ini didasarkan pada Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB yang telah disepakati pada 9 April 2026.
Baca juga: Sekjen PBB Kutuk Serangan UNIFIL di Lebanon yang Tewaskan Prajurit Prancis