Kapan Sensus Ekonomi 2026? Simak Jadwalnya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Kapan Sensus Ekonomi 2026? Simak Jadwalnya

Eko Nordiansyah • 9 May 2026 20:45

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). SE2026 merupakan kegiatan strategis nasional untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia.

Jadwal sensus ekonomi 2026

Pelaksanaan SE2026 akan dilaksanakan pada 1 Mei-31 Juli 2026. 

SE2026 bertujuan menyediakan data dasar yang komprehensif mengenai seluruh aktivitas usaha di luar sektor pertanian. Hal itu akan menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan ekonomi, perencanaan pembangunan, serta penguatan daya saing nasional.

Sensus Ekonomi menyasar perusahaan dari usaha mikro hingga perusahaan besar. Sensus ini akan menghasilkan gambaran terbaru perkembangan perusahaan di Tanah Air yang sebagian belum tertangkap pada sensus ekonomi 10 tahun lalu.

Sebagai informasi, BPS melakukan tiga kali sensus dalam periode 10 tahun. Tahun berakhiran 0 adalah pelaksanaan sensus penduduk, berakhiran 3 untuk pelaksanaan sensus pertanian, dan berakhiran 6 untuk pelaksanaan sensus ekonomi.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Data yang dikumpulkan

Sekretaris Utama BPS Zulkipli menjelaskan, dari sensus ini akan didapati data-data yang terkait dengan karakteristik perusahaan, profil perusahaan, hingga bagaimana perkembangan yang dilakukan oleh perusahaan itu. 

“Kemudian kita akan menanyakan aktivitas dari konsepnya seperti apa, sehingga kita juga nanti akan bisa melihat margin yang kita dapatkan dari perkembangan perusahaan. Kemudian akan ada pertanyaan terkait dengan ekonomi hijau,” ujar Zulkipli.

Menurutnya, akan banyak pembaharuan dibandingkan sensus 10 tahun yang lalu. Misalnya terkait ekonomi digital dengan banyaknya aktivitas online seperti perdagangan secara online, hingga pekerjaan di industri digital.

“Itu kan banyak tidak terlacak, nanti kita akan coba melacak. Kemudian industri digital, Youtuber, di rumah-rumah banyak aktivitas ekonomi, itu pada 2016 tidak ada. Perubahan-perubahan ini penting untuk kita ketahui, untuk kita nantinya ke depannya mau bagaimana 10 tahun ke depan,” paparnya

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)