Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Menaker Temui Seskab, Bahas Tambah Kuota Magang Nasional

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Achmad Zulfikar Fazli • 7 May 2026 07:13

Jakarta: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya memperkuat karakter. Sebab, karakter merupakan faktor utama yang membedakan kualitas seseorang, termasuk saat menjadi pemimpin.

“Karakter itu adalah nilai-nilai yang kalian yakini. Kalian jujur, kalian disiplin, kalian menjadi fighters, kalian menjadi petarung, itu karakter,” kata Bima saat penutupan Program Magang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 7 Mei 2026.

Dia menjelaskan kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh karakter dibandingkan kompetensi. Jika kompetensi mencakup keterampilan dan pengetahuan, karakter berkaitan dengan nilai-nilai yang diyakini dan dijalankan, seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan ketangguhan.

Bima meyakini karakter menentukan 80 persen kesuksesan, sementara kompetensi hanya 20 persen. Dia menggambarkan seseorang dengan kemampuan biasa dapat melampaui mereka yang lebih cerdas apabila memiliki sifat disiplin dan bermental kuat.

“Kalian akan bisa menyalip teman-teman kalian yang jenius, ketika kalian lebih disiplin. Itu baru satu saja disiplin, belum lagi yang lain-lain lho, itu baru satu disiplin. Yang kedua adalah kebiasaan kalian untuk berani menghadapi perbedaan, ujian, cobaan, dan lain-lain,” ujar dia.
 

Baca Juga: 

Menaker Temui Seskab, Bahas Tambah Kuota Magang Nasional


Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto hadiri penutupan Program Magang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (ANTARA/HO-Kemendagri)

Dia menambahkan karakter terbentuk melalui proses dan latihan yang konsisten, termasuk keberanian keluar dari zona nyaman serta kesiapan menghadapi risiko. Menurut dia, orang-orang besar adalah mereka yang berani mengambil pilihan-pilihan berisiko dalam hidup.

“Kita punya banyak pilihan, dan orang-orang besar itu berani mengambil risiko untuk pilihan. Pilihan yang berisiko. Teman-teman kalian yang enggak datang mungkin alasannya sangat penting, mungkin juga enggak. Mungkin juga mereka memilih untuk ada di zona nyaman saja,” tambah dia.

Bima menekankan pentingnya momentum dalam kehidupan. Kemampuan membaca dan memanfaatkan momentum sangat ditentukan oleh karakter yang kuat dalam mengambil keputusan.

“Kalian ini masih masa-masa membentuk karakter. Jadi mudah-mudahan magang di Kemendagri ini ikut berkontribusi membentuk karakter dan keberadaan kalian menjadi pemimpin dan orang hebat,” tutur dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)