Banjir bandang menutup landasan Jalan Raya Ciherang-Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat hujan turun deras, sehingga arus lalulintas tersendat hingga kecelakaan tunggal menimpa pemotor karena derasnya debit air. ANTARA/Ahmad Fikri.
Pemkab Cianjur Sebut Banjir di Jalan Raya Puncak-Cipanas Akibat Alih Fungsi Lahan
Whisnu Mardiansyah • 5 May 2026 22:24
Cianjur: Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyatakan banjir yang kerap melanda sepanjang Jalan Raya Puncak-Cipanas disebabkan oleh sejumlah faktor. Seperti cuaca ekstrem dan terjadinya perubahan tutupan lahan.
Sekretaris Dinas PUTR Cianjur, Bambang, mengatakan erubahan tutupan lahan adalah alih fungsi lahan, misalnya dari perkebunan tanaman keras menjadi ladang tanaman musiman seperti cabai dan lainnya, sehingga meningkatkan erosi dan sedimentasi.
"Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Puncak, sering terendam banjir. Faktor penyebab banjir tentunya akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dan adanya perubahan tutupan lahan yang sudah berlangsung lama, sehingga air langsung turun ke permukiman dan menutup jalan," kata Bambang di Cianjur, seperti dilansir Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Alih Fungsi Lahan di Pacet dan Cipanas
Bambang menjelaskan perubahan tutupan lahan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas, sehingga sering memicu banjir di kawasan tersebut karena minimnya resapan air. Air kemudian menutup landasan jalan utama Puncak-Cianjur. Berbagai cara telah dilakukan, termasuk penanaman pohon keras di sejumlah titik.
Tidak hanya karena alih fungsi lahan dari perkebunan tanaman keras menjadi ladang, tutur Bambang, banjir di wilayah utara Cianjur juga disebabkan oleh alih fungsi hutan yang berubah menjadi perkampungan warga, sehingga air dengan debit tinggi kerap merendam jalur utama Puncak-Cianjur.
Sementara itu, banjir yang terjadi di Kecamatan Cibeber dan Campaka belum dapat dipastikan penyebabnya. Pihak Dinas PUTR segera melakukan pemeriksaan ke lapangan sebagai upaya mencari solusi agar banjir tidak kembali terjadi.
Namun, Bambang mengungkapkan bahwa banjir di Cibeber dan Campaka diduga karena meluapnya aliran Sungai Cikondang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan langsung hingga ke bagian hulu guna memastikapn tidak ada kerusakan lingkungan atau penyebab lainnya.

"Kami segera menurunkan tim dari Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Cianjur untuk memeriksa setiap hulu sungai yang sering terjadi banjir yang menimpa perkampungan dan jalan raya," ujarnya.
Sementara itu, warga di Jalan Raya Ciherang-Pacet berharap perbaikan saluran air di pinggir jalan nasional segera dilakukan agar tidak menyebabkan banjir ketika hujan turun deras. Akibat banjir, landasan jalan kerap tertutup air sehingga kendaraan sulit melintas dan sering terjadi kecelakaan tunggal.
Setelah banjir surut, landasan jalan tertutup lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Bahkan tidak jarang air bah, sampah, dan batu bercampur lumpur masuk ke dalam rumah warga di jalur utama Puncak-Cianjur tersebut.
"Kami berharap perbaikan segera dilakukan. Ini sudah puluhan tahun terjadi, namun belum mendapat tanggapan dari pemerintah daerah hingga pusat karena jalan ini merupakan jalan nasional. Kalau hujan deras, landasan jalan tertutup, sulit dilalui kendaraan," kata warga Ciherang, Cepi Murodhi, 40, di Cianjur, Selasa, 5 Mei 2026.