Ilustrasi, Kospi (Indeks saham Korea Selatan) yang menjadi buruan investor global. Foto: Xinhua/Jun Hyosang.
Pasar Saham Asia Diburu Investor Global
Husen Miftahudin • 11 May 2026 08:15
Singapura: Investor global dan ahli strategi derivatif mengalihkan fokus mereka ke pasar Asia sebagai mesin utama untuk mendorong keberlanjutan kinerja ekuitas global.
Menurut laporan dari Bloomberg, seperti dikutip dari Investing.com, Senin, 11 Mei 2026, pasar saham di Korea Selatan dan Taiwan muncul sebagai saham-saham dengan kinerja global terbaik bulan ini, dengan indeks Kospi melonjak hingga 78 persen sepanjang tahun.
Momentum ini sebagian besar didorong oleh pergeseran fokus dari kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah dan perhatian yang diperbarui pada rantai pasokan perangkat keras kecerdasan buatan (AI).
Kenaikan pesat indeks Kospi dan Taiex telah menciptakan rezim pasar "volatilitas naik, harga spot naik" yang langka, di mana biaya opsi meningkat seiring dengan kenaikan harga saham.
Para ahli strategi derivatif ekuitas di JPMorgan dan Societe Generale SA merekomendasikan struktur bullish untuk memanfaatkan tren ini, dengan alasan fundamental yang kuat dan latar belakang makroekonomi yang mendukung.
| Baca juga: Kontrak Berjangka Saham AS Ambruk |

(Ilustrasi, bendera Samsung dan Korea Selatan. Foto: bernama.com)
Samsung hingga TSMC jadi buruan
Jun Gyun, seorang analis derivatif di Samsung Securities Co, mencatat kekuatan pergerakan tersebut menghasilkan pembalikan ekstrem dari tren sebelumnya, menunjukkan pola tersebut dapat berlanjut hingga periode konsolidasi muncul.
Perusahaan-perusahaan raksasa regional seperti Samsung Electronics Co., SK Hynix Inc., dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), telah menjadi penerima manfaat utama dari euforia yang didorong oleh AI saat ini.
Sementara pasar yang didominasi teknologi berkembang pesat, pasar yang bergantung pada minyak dengan paparan AI yang rendah, seperti India, justru tertinggal jauh. Indeks S&P BSE Sensex telah turun 9,3 persen tahun ini, menjadikannya salah satu indeks dengan kinerja terburuk di dunia.
Permintaan terhadap saham Korea telah mencapai tingkat yang sedemikian rupa sehingga Interactive Brokers Group Inc. baru-baru ini mulai menyediakan akses langsung ke pasar bagi investor ritel AS.