Kontrak Berjangka Saham AS Ambruk

Ilustrasi. Foto: Xinhua/Liu Yanan.

Kontrak Berjangka Saham AS Ambruk

Husen Miftahudin • 11 May 2026 07:43

New York: Indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) sedikit turun pada Minggu malam setelah Presiden AS Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal terbaru Washington untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Kerugian yang lebih besar di pasar berjangka terbatas karena Wall Street tetap berada di level tertinggi sepanjang masa berkat kekuatan saham produsen chip dan tanda-tanda ketahanan ekonomi AS.

Mengutip Investing.com, Senin, 11 Mei 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,1 persen menjadi 7.408,25 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 tetap stabil di 29.339,50 poin, sementara kontrak berjangka Dow Jones turun 0,2 persen menjadi 49.581,0 poin.
 
Baca juga: Trump Sebut Respons Iran atas Proposal Baru AS 'Sama Sekali Tak Dapat Diterima'

Trump tolak tanggapan Iran soal proposal perdamaian

 
Pada Minggu, Trump menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian yang berisikan 14 poin AS untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah, "sama sekali tidak dapat diterima."

Hal ini terjadi setelah laporan menyebutkan Iran telah menyerahkan tanggapannya kepada mediator Pakistan. Teheran menolak tuntutan AS untuk membongkar fasilitas nuklirnya dan tidak akan menangguhkan pengayaan uranium selama 20 tahun.

Iran menyerukan diakhirinya perang dan pemulihan bertahap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Teheran juga menuntut agar AS mencabut blokade angkatan laut terhadap negara itu, setelah itu, kesepakatan mengenai aktivitas nuklir negara tersebut akan dinegosiasikan selama 30 hari.

Perkembangan tersebut mengindikasikan tidak akan ada penurunan ketegangan dalam perang AS-Israel melawan Iran dalam waktu dekat, dengan harga minyak melonjak tajam setelah komentar Trump.

Ketegangan militer di Timur Tengah meningkat pekan lalu setelah Washington berupaya melakukan operasi militer untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Hormuz. Hal ini memicu serangan dari Iran, dan Teheran juga terlihat melancarkan serangan terhadap negara-negara Teluk tetangga.


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Wall Street cetak rekor tertinggi


Namun, terlepas dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, indeks Wall Street mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat di tengah kenaikan yang kuat dan berkelanjutan pada saham-saham produsen chip.

Sektor ini mengalami lonjakan valuasi selama dua minggu terakhir, di tengah meningkatnya optimisme atas permintaan yang luar biasa dari industri artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Intel Corporation menjadi pemain yang menonjol, melonjak hampir 14 pesen ke level tertinggi sepanjang masa setelah sebuah laporan menyebutkan mereka telah mencapai kesepakatan awal pembuatan chip dengan Apple Inc.

Saham-saham AS secara keseluruhan juga terdorong oleh data nonfarm payrolls yang menunjukkan angka lebih kuat dari perkiraan pada bulan April, yang mengindikasikan ketahanan ekonomi terbesar di dunia. Data tersebut memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga akhir tahun.

Adapun pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, indeks S&P 500 ditutup naik 0,8 persen pada rekor tertinggi 7.398,93 poin. Indeks Nasdaq Composite melonjak 1,7 persen ke rekor tertinggi 26.247,08 poin, sementara Dow Jones Industrial Average stabil di 49.609,16 poin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)