Trump Sebut Respons Iran atas Proposal Baru AS 'Sama Sekali Tak Dapat Diterima'

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Sebut Respons Iran atas Proposal Baru AS 'Sama Sekali Tak Dapat Diterima'

Willy Haryono • 11 May 2026 06:43

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, 10 Mei 2026, menolak respons Iran atas proposal terbaru Washington untuk mengakhiri perang kawasan.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump mengatakan dirinya tidak menyukai jawaban Iran dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “SAMA SEKALI TAK DAPAT DITERIMA!”

Sebelumnya di hari yang sama melalui unggahan di medsos, Trump juga menuduh Iran telah “mempermainkan Amerika Serikat dan dunia."

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, respons Teheran mencakup tuntutan penghentian perang di seluruh kawasan, pencabutan sanksi AS atas penjualan minyak Iran, penghentian blokade Amerika terhadap pelabuhan Iran, serta pencairan aset Iran yang dibekukan.

Iran mengirimkan respons tersebut kepada mediator Pakistan di hari Minggu, sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah IRNA.

IRNA, mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan itu, menyebut tahap negosiasi saat ini difokuskan sepenuhnya pada penghentian permusuhan di kawasan.

Sementara itu, Islamic Republic of Iran Broadcasting menyatakan bahwa jawaban Iran tetap sejalan dengan posisi sebelumnya, termasuk kesiapan melanjutkan gencatan senjata dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz secara timbal balik dan kelanjutan negosiasi untuk mengakhiri perang.

Amerika Serikat sebelumnya menyampaikan sejumlah alasan peluncuran operasi militer terhadap Iran sejak 28 Februari, termasuk untuk menghentikan program nuklir Iran, membatasi kemampuan misil Teheran, dan memaksa Iran menghentikan dukungan terhadap kelompok proksi regional seperti Hizbullah di Lebanon.

Setelah Iran menutup Selat Hormuz bagi hampir seluruh pelayaran, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran yang memutus salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia.

Langkah tersebut memicu guncangan ekonomi global dan kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Baca juga:  Iran Tegaskan Dialog dengan AS untuk Pertahankan Hak, Bukan Bentuk Menyerah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)