Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq)
Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Calon Dirjen WHO
Muhammad Reyhansyah • 24 August 2026 20:30
Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk periode 2027–2032.
Nama Budi tercantum sebagai prospective candidate dalam daftar kandidat yang diumumkan WHO setelah pemerintah Indonesia mengajukan pencalonannya secara resmi.
Masuknya Budi menandai langkah Indonesia dalam perebutan posisi pimpinan tertinggi WHO yang akan ditinggalkan Tedros Adhanom Ghebreyesus setelah menyelesaikan masa jabatan keduanya pada Agustus 2027. Pencalonan Direktur Jenderal WHO hanya dapat diajukan oleh negara anggota, bukan oleh individu.
Mengutip laman resmi WHO, Senin, 24 Agustus 2026, Budi menjadi salah satu dari empat kandidat yang telah diumumkan. Selain Indonesia, negara yang telah mengajukan kandidat adalah Qatar melalui Hanan Mohammed Al-Kuwari, Arab Saudi melalui Hanan Balkhy, dan Belgia melalui Hans Henri P. Kluge.
Meski telah masuk bursa, proses pemilihan masih panjang. WHO masih membuka pengajuan kandidat dari negara anggota hingga 24 September 2026. Setelah masa nominasi berakhir, Dewan Eksekutif WHO akan menyeleksi seluruh kandidat dan menyusun daftar pendek yang berisi maksimal tiga nama untuk diajukan kepada World Health Assembly.
Pemungutan suara untuk memilih Direktur Jenderal WHO dijadwalkan berlangsung pada Sidang World Health Assembly pada Mei 2027. Kandidat yang memperoleh dukungan mayoritas negara anggota akan mulai menjabat pada 16 Agustus 2027.
Persaingan Menuju Kursi Dirjen WHO
Budi sebelumnya telah memberi sinyal mengenai kemungkinan pencalonannya pada Mei lalu. Saat itu ia menyatakan baru akan mengonfirmasi pencalonan setelah pemerintah Indonesia mengirimkan surat nominasi resmi kepada WHO, sesuai mekanisme organisasi tersebut.Sebagai Menteri Kesehatan sejak Desember 2020, Budi dikenal memimpin berbagai kebijakan kesehatan Indonesia pada masa pandemi COVID-19, termasuk percepatan vaksinasi nasional dan reformasi sistem kesehatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga aktif mewakili Indonesia dalam berbagai forum kesehatan global, termasuk isu ketahanan sistem kesehatan, produksi vaksin dan obat, serta kesiapsiagaan menghadapi pandemi berikutnya.
Pencalonan Budi juga menarik perhatian karena latar belakangnya yang berbeda dari banyak kandidat Direktur Jenderal WHO sebelumnya. Ia berasal dari dunia perbankan dan bisnis, pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri sebelum masuk pemerintahan, dan bukan berlatar belakang dokter maupun kesehatan masyarakat.
Pengalaman tersebut memberi Budi perspektif kuat dalam pembiayaan kesehatan dan tata kelola sistem kesehatan, dua isu yang semakin menjadi perhatian WHO setelah pandemi COVID-19.
Di sisi lain, persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena sejumlah kandidat lain memiliki pengalaman panjang di lembaga kesehatan internasional dan organisasi WHO.
Apabila lolos ke daftar pendek dan akhirnya terpilih pada 2027, Budi akan menjadi warga negara Indonesia pertama yang memimpin WHO sejak organisasi tersebut berdiri pada 1948.
Baca juga: Menkes Targetkan RI Produksi Sendiri 15 Antigen Vaksin Sebelum 2029