Panglima Komando Daerah Militer XIX Tuanku Tambusai Mayjend TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan ketika melakukan pemadaman di Kerumutan, Pelalawan. ANTARA/HO-Polda Riau
Kebakaran Hutan di Pelalawan Riau Meluas hingga 300 Hektare
Whisnu Mardiansyah • 20 August 2026 18:39
Pekanbaru: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, diperkirakan telah mencapai 300 hektare.
Data tersebut masih berupa estimasi berdasarkan pemantauan di lapangan. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan akan melakukan verifikasi menggunakan citra satelit.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan proses verifikasi diperlukan untuk mengetahui luasan lahan yang terbakar secara lebih akurat.
"Estimasi di lapangan untuk Kerumutan kurang lebih 300 Ha, nanti akan terverifikasi dengan citra satelit. Untuk itu tim tambahan sedang disiapkan," katanya dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.
Penanganan karhutla di Kerumutan diperkuat dengan bantuan kendali operasi (BKO) dari tim Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Siak. Sebanyak 13 personel dikerahkan untuk membantu tim Manggala Agni Daops Rengat.
Personel tambahan diperlukan karena Manggala Agni Daops Rengat juga tengah menangani kebakaran lahan di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.
Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 434 hektare. Selain di Pelalawan dan Indragiri Hulu, Manggala Agni masih menangani sejumlah titik karhutla di wilayah Riau.
Manggala Agni Daops Pekanbaru menangani kebakaran lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dengan luas sekitar 4,5 hektare.
Tim yang sama juga menangani kebakaran di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, seluas sekitar 10 hektare. Di Kabupaten Kampar, kebakaran lainnya terjadi di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, dengan luas sekitar 8 hektare.
Sementara itu, Manggala Agni Daops Siak menangani kebakaran lahan di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, seluas sekitar 3,5 hektare.

Personel gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di areal terdampak Karhutla di Pelalawan, Riau. (Foto: Dok. Ist)
Adapun Manggala Agni Daops Dumai menangani kebakaran lahan di Desa Pangkalan Libur, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Luas lahan terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 20 hektare.
Ferdian mengatakan peningkatan frekuensi kebakaran saat ini terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, terutama Riau dan Sumatra Selatan. Penguatan personel juga dilakukan untuk menangani karhutla di Sumatera Selatan. Manggala Agni dari Jambi telah diperbantukan ke wilayah tersebut selama hampir 15 hari.
"Untuk Wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan. Untuk Sumsel saat ini juga sudah hampir 15 hari di-BKO-kan juga Manggala Agni dari Jambi," ungkapnya.
Penanganan karhutla di sejumlah wilayah tersebut masih dilakukan dengan mengerahkan personel Manggala Agni sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara itu, luasan kebakaran di Kerumutan akan diverifikasi lebih lanjut menggunakan citra satelit.