Kualitas Udara Menurun, Siswa di Singkawang Diminta Pakai Masker

Ilustrasi siswa sekolah dasar menggunakan masker karena kabut asap. (ANTARA/Kasriadi)

Kualitas Udara Menurun, Siswa di Singkawang Diminta Pakai Masker

Silvana Febiari • 20 August 2026 18:22

Singkawang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Singkawang, Kalimantan Barat, meminta seluruh siswa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut menyusul penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Dikbud Kota Singkawang Asmadi mengatakan, permintaan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan warga sekolah dari paparan asap dan partikel debu di udara.

“Permintaan menggunakan masker ini dalam rangka memberikan rasa aman dan menjaga kesehatan seluruh warga sekolah,” kata Asmadi, dilansir dari Antara, Kamis, 20 Agustus 2026. 
 


Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang, kualitas udara masih berada pada kategori sedang. Meskipun demikian, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi dapat berubah seiring perkembangan karhutla dan arah angin.

Menurut dia, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan partikel dari asap dan debu. Terutama bagi anak usia sekolah yang perlu mendapat perlindungan selama beraktivitas.

Asmadi meminta pihak sekolah, guru, dan orang tua turut mengingatkan siswa untuk membawa dan menggunakan masker ketika berangkat dan pulang sekolah maupun saat mengikuti kegiatan di luar ruangan.

“Kita ingin anak-anak tetap sehat dan nyaman dalam belajar sebagai bentuk antisipasi agar kesehatan mereka tetap terjaga,” ujarnya.


Kepala Dinas Dikbud Kota Singkawang Asmadi. ANTARA/Narwati


Meskipun kualitas udara masih dalam kategori sedang, Dinas Dikbud Singkawang terus berkoordinasi dengan DLH, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau perkembangan kualitas udara.

Asmadi memastikan kegiatan belajar mengajar masih berlangsung secara tatap muka. Dinas Dikbud belum meliburkan siswa karena kualitas udara di Singkawang belum mengharuskan penghentian pembelajaran.

“Kita tetap tatap muka. Tapi kita juga terus memantau. Jika nanti ada perkembangan, tentu akan kita evaluasi bersama demi keselamatan siswa,” ungkapnya.

Pihaknya akan menyesuaikan kebijakan pendidikan apabila terjadi penurunan kualitas udara yang signifikan. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan siswa serta seluruh warga sekolah.

(Silvana Febiari)