Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Metrotvnews.com/Siti Yona
Polisi Tunggu Regulasi soal Penggunaan dan Pengawasan Gas N2O
Siti Yona Hukmana • 2 February 2026 09:21
Jakarta: Polisi menaruh perhatian khusus terkait penyalahgunaan gas N2O atau nitrois oxide. Hal ini menyusul ditemukannya tabung Whip Pink berisi gas N2O dalam kasus kematian Selebgram Lula Lahfah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya menunggu regulasi dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Usai penggunaan tabung Whip Pink merebak, Kemenkes, BPOM, dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri serta Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melakukan rapat koordinasi terkait pengawasan dan regulasi gas N2O.
"Dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, BNN, dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya sudah melakukan imbauan, sudah melaksanakan rapat koordinasi. Termasuk kami dari Polda Metro Jaya, Bid Humas hadir pada saat melaksanakan zoom meeting bersama Kementerian Kesehatan dan BPOM tentang regulasi tentang gas N2O. Semoga ada regulasi kepada kementerian/kelembagaan yang berkompeten untuk bisa mengkaji, untuk bisa mengatur bagaimana regulasi dari gas N2O ini," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 2 Februari 2026.
Polisi belum melakukan razia terkait peredaran gas N2O. Budi menyebut pihaknya melakukan razia apabila tabung Whip Pink digunakan tidak pada peruntukannya. Bila dipergunakan pada peruntukannya, polisi tidak bisa melakukan penindakan.
"Saya contohkan asumsi dengan alkohol. Alkohol kadar 70 persen, 80 persen digunakan untuk membunuh bakteri, untuk membersihkan luka. Tetapi apabila disalahgunakan, dikonsumsi, dicampur dengan minuman lain, berakibat kepada kematian. Itu saya analogikan seperti itu," ujar mantan Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota itu.
Baca Juga:
Polisi Usut Asal Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah |
%20bermerek%20Whip%20Pink_%20Foto-%20Antara.jpg)
Gas tawa atau Nitrous Oxide (N2O) bermerek Whip Pink. Foto: Antara.
Budi menyampaikan gas N2O itu kerap digunakan untuk medis. Namun, bisa digunakan juga untuk otomotif dan zat makanan untuk membantu pembuatan krim.
Apabila disalahgunakan bisa mengakibatkan kekurangan oksigen dalam tubuh atau asfiksia. Seperti menimpa Lula Lahfah, yang ditemukan tewas di Apartemen Essense Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026.
"Jadi, apabila N2O disalahgunakan, itu akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan, yaitu kekurangan kadar oksigen di dalam tubuh dan otak. Itu kami tekankan," ujar Budi.