3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Rerie: Pasukan Perdamaian Harus Terlindungi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/Foto Metrotvnews

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Rerie: Pasukan Perdamaian Harus Terlindungi

Muhamad Marup • 31 March 2026 17:42

Jakarta: Tiga prajurit Indonesia tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon Selatan. Merespons kejadian tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menyampaikan duka cita mendalam.

Rerie menegaskan agar dunia internasional harus menjamin keamanan pasukan penjaga perdamaian. Menurutnya, peristiwa ini jadi peringatan serius bagi komunitas global.

"Pasukan perdamaian membawa mandat kemanusiaan. Mereka tidak boleh menjadi sasaran konflik. Dunia harus memastikan perlindungan maksimal bagi mereka,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Rerie menekankan perlunya langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap pasukan PBB. Legislator dari Partai NasDem itu mendesak adanya tindakan tegas atas setiap serangan terhadap personel PBB agar tidak terjadi impunitas.

"Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah menunjukkan bahwa risiko bagi pasukan perdamaian tetap tinggi," ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI mendorong pemerintah melakukan diplomasi internasional yang lebih intensif guna meredam eskalasi konflik. Rerie mendesak agar upaya perlindungan terhadap personel PBB tidak hanya menjadi komitmen normatif, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan.

“Ini bukan hanya duka bagi Indonesia semata, tetapi juga bagi dunia. Jangan sampai misi kemanusiaan dikalahkan oleh konflik bersenjata,” tegasnya.

Sebagai informasi, tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon dilaporkan disebut terjadi akibat serangan proyektil dan ledakan di sekitar area tugas pasukan perdamaian. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan kecaman keras dan mendesak investigasi menyeluruh serta transparan atas insiden tersebut.


Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie). Foto istimewa

Eskalasi konflik di kawasan perbatasan konflik Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir terus memanas. Sejak awal Maret 2026, konflik di wilayah Lebanon Selatan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk warga sipil.

Selain itu, sejumlah personel penjaga perdamaian PBB juga dilaporkan menjadi korban, baik meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)